30 Beasiswa Ke Jepang Ini Bisa Kamu Apply Sekarang Juga!

Sumber: Okezone

YOGYAKARTA – The Japan Foundation memberi beasiswa pada 30 dosen dan mahasiswa Indonesia dalam Language Education Capacity Buiding Southeast Asian Teacher Training Collage Course di Jepang. Mereka akan mengikuti program ini selama 45 hari, sejak 28 Oktober hingga 11 Desember nanti di Kansai, Jepang.

Kepala Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ), Fakultas Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sonda Sanjaya, S.S, M.Pd mengungkapkan, program beasiswa ini diberikan pada kampus yang memiliki jurusan bahasa Jepang. Dia mengaku ada mahasiswanya, Gina Maryana bersama dosennya, Wistri Meisa yang lolos seleksi memperoleh beasiswa ini.

“Program ini dikhususkan bagi prodi bahasa Jepang di Indonesia. Semua dosen dan mahasiswa diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi. Ini yang kedua kali, kami berhasil lolos seleksi,” ungkapnya, Kamis (22/10/2015).

Untuk mendapat beasiswa, peserta harus memiliki sertifikat JLPT (Japanese Language Proficiency Test). Dalam bahasa Jepang lebih dikenal dengan istilah Nihongo Nouryoku Shiken, disingkat noroken atau noken.

“Noken ini hampir mirip dengan tes Toefl. Supaya mahasiswa dari pendidikan bahasa Jepang lolos seleksi, mahasiswa harus memiliki nilai minimal N-4. Level yang paling tinggi adalah N-1, sedangkan yang paling rendah adalah N-5,” jelasnya.

Sementara Wistri Meisa mengaku harus memiliki kemampuan bahasa Jepang yang baik bagi yang mendapat beasiswa. Setiap peserta juga diharuskan membuat esai yang telah ditentukan oleh pihak Japan Foundation.

“Pertama dalam proses seleksi itu menyeleksi dokumen dan selanjutnya membuat esai seperti yang ditentukan Japan Foundation. Menulis esai tersebut merupakan salah satu syarat utama untuk mendapatkan beasiswa tersebut,” jelasnya.

Dia nengaku harus mempersiapkan mental selama 45 hari di Jepang. Sebab, kondisi dan situasi di negeri matahari terbit itu berbeda adat dan budaya dengan Indonesia. “Jadwal dan kegiatan di sana lumayan padat dari jadwal yang kami terima. Selain mempersiapkan mental, kesehatan juga harus dijaga. Hal ini karena cuaca yang berbeda dengan cuaca di Indonesia,” katanya.

Selama 45 hari, para peserta akan menjalankan aktivitas training mengenai pelajaran dan pengajaran bahasa Jepang. Bagi mahasiswa menurutnya, pada kesempatan tersebut juga akan diberi pembelajaran bahasa Jepang dan mengenal budaya Jepang.

Sementara para dosen yang terpilih akan mempelajari metode pembelajaran Bahasa Jepang yang baik untuk membangun.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *