4 Wartawan Juarai Lomba Peliputan Di Jerman Dalam Rangka Frankfurt Book Fair 2015

 
Jakarta, Kemendikbud — Komite Nasional Indonesia sebagai Tamu Kehormatan Frankfurt Book Fair 2015 menyelenggarakan Lomba Peliputan Wartawan bertema “Aku dan Buku” yang berlangsung pada 30 April -16 Agustus 2015. Empat wartawan dari empat kategori media massa keluar sebagai pemenang. Mereka mendapatkan hadiah berupa tiket Jakarta-Frankfurt-Jakarta serta akomodasi gratis untuk menghadiri Frankfurt Book Fair 2015 di Frankfurt, Jerman, di mana Indonesia akan menjadi Guest of Honour (GoH) atau Tamu Kehormatan.
 
Ke-empat pemenang tersebut merupakan wartawan dari kategori media cetak, daring (dalam jaringan) atau online, TV dan radio. Kategori Cetak dimenangkan oleh Tri Joko Her Riadi dari Harian Pikiran Rakyat dengan tulisan berjudul “Bandung, Kota Buku Tanpa Peta”. Kategori daring dimenangkan oleh Ramadhan Bagus Priambodo dari Tribun News dengan tulisan berjudul “Penjual Jamu itu Ingin Racuni Pembelinya dengan Buku”. Kategori Televisi dimenangkan oleh Rheza Ardiansyah dari Metro TV, dengan karyanya yang berjudul “Ayo Baca”. Sedangkan Kategori Radio dimenangkan oleh Indry Nathalia dari V Radio, dengan karyanya yang berjudul “V Book Club Reading is Sexy”.
 
Tim juri terdiri dari Ahmad Fuadi, penulis yang aktif berkiprah di dunia pendidikan; Yoris Sebastian, creativepreneur dan penulis; serta mewakili Komite Nasional Indonesia sebagai Tamu Kehormatan Frankfurt Book Fair 2015 adalah Feby Indirani, penulis dan pegiat literasi.
 
“Kami membaca banyak laporan menggugah dari berbagai penjuru negeri dan menemukan banyak pahlawan literasi yang bekerja dengan hati dan bersenang hati, tanpa peduli publikasi. Karya-karya jurnalistik ini dinilai dari mutu, kedalaman, tema, dan daya gugahnya. Beberapa nilai finalis bersaing ketat sehingga juri harus berdiskusi panjang,” ujar Ahmad Fuadi.
 
Yoris Sebastian antusias dan menikmati karya-karya para peserta ini. “Senang sekali melihat karya para finalis lomba, sayangnya hanya empat pemenang yang bisa dipilih. Semoga selanjutnya media juga bisa terus memberikan liputan untuk buku-buku Indonesia dan tidak hanya menjelang Frankfurt Book Fair saja,” tuturnya.
 
Peserta Lomba Peliputan Wartawan bertema “Aku dan Buku” berasal berbagai daerah seperti Padang, Bandung, Jakarta Tuban,Yogyakarta, Semarang hingga Pontianak. Banyak cerita menarik yang mengupas secara mendalam mengenai berbagai persoalan, potensi, peluang dan tantangan yang terjadi dalam  mengembangkan dunia literasi di Indonesia.
 
Topik yang muncul beragam mulai dari persoalan di industri buku, minimnya minat baca hingga kiprah sastra Indonesia di dunia. Melalui liputan rekan-rekan jurnalis pula, banyak pula terungkap cerita menggugah mengenai para pegiat literasi di berbagai daerah yang bisa memanfaatkan segala potensi yang ada, mulai dari tukang batu yang membuka perpustakaan di rumahnya, tukang jamu yang berjualan sambil membawa buku, bahkan menggunakan kuda untuk perpustakaan keliling dalam mengatasi persoalan infrastruktur di daerah pegunungan. Semua liputan ini sangat berharga untuk menghidupkan kembali gairah mencintai buku, membaca dan menulis. (Desliana Maulipaksi/ Sumber: Komite Nasional Indonesia sebagai Tamu Kehormatan Frankfurt Book Fair 2015)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *