Akuntansi: Tidak Sekedar Menghitung Uang

 

“Mbak kuliah jurusan apa?”
“Saya jurusan akuntansi, Bu.”
“Wah, kuliahnya enak ya. Pasti di kampus kerjaannya cuma ngitungi duit.”
“….”
Ini adalah percakapan dengan kesekian tentang pendapat orang awam perihal jurusan yang saya tekuni saat ini, Akuntansi. Kalau dilihat lebih jauh lagi, kuliah di akuntansi bukan sekedar menghitung uang, nyaris di kampus saya tidak pernah disuruh menghitung (lembaran) uang.

Sebenarnya apa sih yang dipelajari di Akuntansi itu?
Akuntansi merupakan cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari pengidentifikasian, pencatatan, pengikhtisaran, dan pelaporan semua transaksi yang terjadi di dalam suatu unit fungsional, perusahaan misalnya. Di semester pertama, sebagian besar universitas di Indonesia pasti akan menghadapi mata kuliah Pengantar Akuntansi. Kita akan mempelajari tentang dasar-dasar transaksi di perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur. Beruntunglah bila kalian SMA jurusan IPS, karena materi yang kalian dapatkan di SMA akan sangat berguna untuk mata kuliah satu ini. Bagaimana kalau kalian dari jurusan IPA? Tenang, asalkan ada kemauan apapun pasti bisa dipelajari kok.

Selain transaksi apa lagi?
Tak hanya akuntansi saja, seorang mahasiswa akuntansi harus memahami tentang cabang-cabang ilmu ekonomi lainnya misalnya manajemen, ilmu ekonomi, perpajakan maupun kewirausahaan. Saya bisa menyimpulkan akuntansi merupakan bidang ekonomi yang sangat luas. Mahasiswa dituntut untuk mampu berpikir kritis mengenai permasalahan ekonomi yang ada, mengenal sistem informasi di segala sektor, membandingkan sistem perekonomian Indonesia dengan sistem perekonomian negara lain, memahami pengeluaran dan penerimaan Negara.

Bagaimana rasanya kuliah di jurusan Akuntansi?
Kalau saya ditanya seperti itu, saya akan menjawab, “Saya betah di sini.” Meskipun saya belum memasuki semester ‘tua’, tapi yang saya rasakan disini adalah akuntansi benar-benar mengubah hidup saya. Akuntansi adalah sebuah siklus. Belajar dari awal, paham dari awal, balance di akhir. Saya dituntut untuk berkonsentrasi penuh, memiliki ketelitian yang tinggi, dan memiliki penalaran yang kuat—bagaimana seorang akuntan harus menganalisis suatu transaksi dan mengubahnya ke dalam nama-nama akun di dalam suatu jurnal, bagaimana seorang akuntan dapat memperkirakan nilai penyusutan maksimal yang harus dikeluarkan supaya suatu perusahaan bisa memperoleh keuntungan maksimal, dan bagaimana seorang akuntan bisa menetapkan berapakah biaya standar yang dikeluarkan guna memproduksi satu unit produk jika dikaitkan dengan jam kerja tenaga kerja langsung.

Akuntansi mempelajari semua transaksi-transaksi secara detail, dilengkapi dengan berbagai argumen mengenai risiko yang akan terjadi di kemudian hari. Ketika kita berusaha untuk menyajikan laporan keuangan semakin detail, data yang dihasilkan pun akan semakin akurat. Sedikit memberikan “attention to details” akan menambah nilai bagi akuntan itu sendiri. Biasanya, yang populer untuk mahasiswa akuntansi adalah bagaimana dia menyajikan laporan. Sedetil apa laporannya bisa menggambarkan karakter seorang akuntan tersebut loh!

Saat ini hampir semua PTN di Indonesia memiliki jurusan akuntansi yang tergabung dalam Fakultas Ekonomi. Tak hanya di PTN, saat ini juga sudah terdapat beberapa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi swasta maupun negeri yang tersebar di seluruh Indonesia.
Akuntansi tak melulu soal uang. Accounting is about to act, count, and think.
(*)
Gita Swasti Pangestuning Ruum |  @gitaswasti
Akuntansi 2013, Universitas Diponegoro
[email protected]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *