Anggaran Pendidikan Tinggi Turun? Bagaimana Nasib Beasiswa yang ‘Konon’ Berlimpah Ruah Itu

Ilustrasi: Shutterstock
DEPOK – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mengajukan usulan anggaran 2016 kepada DPR. Namun anggaran Kemenristek Dikti disebut-sebut akan turun dari tahun lalu. Penurunan anggaran ini dipertanyakan oleh Rektor Universitas Indonesia (UI) Muhammad Anis. Dia menilai, justru anggaran penelitian harus digenjot agar kampus bisa menghasilkan inovasi.

“Pendidikan dan riset sangat penting, mengapa anggaran justru turun? Kami memperjuangkan agar anggaran ini minimal sama dengan tahun lalu,” kata Anis di sela-sela Konferensi Pers OSN Pertamina 2015 di Kampus UI Depok, Kamis (15/10/2015).

Menanggapi hal itu, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti Muhammad Dimyati mengatakan, wacana penurunan anggaran tersebut masih belum resmi dikeluarkan sebab masih dalam tahap penggodokan di DPR. Namun pihaknya berjanji memperjuangkan hal itu dengan terus berkomunikasi bersama legislatif.

“Informasi adanya penurunan itu sangat dinamis, biasanya pada pada titik-titik terakhir berubah,” jelas Dimyati.

Dimyati menambahkan anggaran yang diusulkan pemerintah mencapai Rp43 triliun mencakup semua pos ristek dan dikti seperti anggaran riset, BOPTN, hingga Bidikmisi. Dia mengakui, jika anggaran Kemenristek Dikti turun, maka anggaran riset yang berasal dari BOPTN akan ikut turun. Akibatnya, kampus bisa jadi kembali membebankan kenaikan uang kuliah kepada mahasiswa.

“Jika ini terjadi, mahasiswa nanti bertanya-tanya. Tapi kami perjuangkan agar anggaran BOPTN tidak turun sehingga mahasiswa bisa belajar dengan enak seperti sebelumnya ketika ada subsidi dari APBN,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *