Dicari, 6,2 Juta Profesional Komputasi Digital!

Ilustrasi: Shutterstock
Ilustrasi: Shutterstock
SINGAPURA – Penerapan teknologi di bidang pendidikan menyiapkan para pelajar menghadapi dunia baru dengan seperangkat tuntutan. Pada akhirnya, perubahan tersebut juga menggeser tren profesi.
“Pada 2022 diperkirakan akan ada 6,2 juta profesi baru di industri berbasis komputasi awan (cloud computing),” ungkap Director of Asia – Worldwide Education Microsoft Corporation Singapore, Bruce Thompson, dalam Bett Asia Leadership Summit 2015 di Singapura, Selasa (17/11/2015).
Thompson merinci, 51 persen di antaranya adalah pekerjaan yang berhubungan dengan komputerisasi dan 27 persen pekerjaan di bidang teknik. Sedangkan 18 persen merupakan pekerjaan di bidang lainnya. Kecenderungan tersebut, kata Thompson, membuat para siswa harus menguasai berbagai kemampuan abad 21. Soft skills yang dimaksud Thompson adalah berpikir kritis, rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan komputerisasi, komunikasi, kolaborasi.

Dan untuk mengimbanginya, para guru harus menerapkan metode pengajaran abad 21 pula. Metode ini melibatkan banyak penggunaan teknologi, misalnya dalam pembelajaran terbalik (flipped classroom). Pada flipped classroom, siswa mempelajari materi pelajaran di rumah melalui berbagai file pelajaran baik berupa dokumen, presentasi maupun video yang disimpan gurunya di cloud server. Kemudian, siswa datang ke kelas untuk berdiskusi atau mengerjakan berbagai proyek.
“Karena itulah, para guru wajib memiliki kompetensi khusus dalam pembelajaran berbasis teknologi. Mereka tidak hanya harus memiliki penguasaan dasar teknologi, tetapi juga memanfaatkan sumber-sumber digital untuk membuat konten pembelajaran, membuat penilaian online hingga mempublikasikan karya mereka secara online agar dapat dilihat masyarakat,” papar Thompson.
Bett Asia Leadership Summit 2015 mempertemukan lebih dari 600 delegasi dari 33 negara. Selama dua hari, tepatnya pada 17-18 November, para stakeholder dalam bidang pendidikan ini berbagi cerita sukses serta bersidang membahas berbagai masalah pendidikan, terutama terkait penerapan information and communication technology (ICT).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *