Duduk Lama Tingkatkan Resiko Kelumpuhan Saat Lanjut Usia

Omg News

Duduk Lama Tingkatkan Resiko Kelumpuhan Saat Lanjut Usia

Semakin lama anda duduk, maka semakin jarang aktivitas fisik yang anda lakukan, yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan termasuk kematian dini.

Para peneliti di Amerika mengatakan bahwa bagi orang yang berusia 60 tahun atau lebih, setiap jam yang digunakan untuk duduk dapat meningkatkan resiko terjadinya kelumpuhan hingga sekitar 50%, tidak peduli seberapa banyak olahraga yang anda lakukan. Kelumpuhan ini dapat menyebabkan gangguan pada aktivitas anda sehari-hari, termasuk makan, tidur, dan berpakaian.
Penelitian ini mengamati 2.286 orang dewasa yang berusia 60 tahun atau lebih dalam hal berapa lama waktu yang digunakan untuk duduk serta beraktivitas setiap harinya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata subjek penelitian menghabiskan 9-14 jam waktu untuk duduk.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang menghabiskan lebih banyak wkatu untuk duduk lebih sering mengalami kelumpuhan dibandingkan dengan orang dengan keadaan kesehatan dan olahraga yang sama yang lebih jarang duduk. Setiap jam yang digunakan untuk duduk meningkatkan resiko gangguan aktivitas harian hingga 46%. Penelitian ini juga menemukan bahwa melakukan lebih banyak olahraga pun tidak dapat menurunkan resiko ini.

Walaupun hasil penelitian ini belum dapat menyimpulkan secara pasti bahwa duduk lama dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, bahkan kelumpuhan; akan tetapi penelitian ini telah berhasil menemukan adanya hubungan antara duduk lama dan kelumpuhan atau kecacatan.
Saat seseorang duduk dalam waktu yang lama, maka otot-otot tubuh anda membakar lebih sedikit kalori dan aliran darah anda pun mengalir dengan lebih lambat serta membuat otot punggung dan perut anda jarang digunakan. Efek ini dapat terjadi pada siapa saja, tua atau muda.
Berjalan-jalan mengelilingi kantor anda atau parkirlah kendaraan anda lebih jauh atau berdirilah saat menelepon dapat membantu mencegah terjadinya kelumpuhan atau kecacatan ini.

Sumber: npr

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *