Gunung Sewu Ditetapkan UNESCO sebagai Geopark Internasional

Jakarta, Kemendikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri telah mengajukan Gunung Sewu sebagai Geopark Internasional pada tahun 2013 untuk ditetapkan oleh UNESCO. Dua tahun kemudian, tepatnya tahun ini, perjuangan itu pun membuahkan hasil. Gunung Sewu berhasil masuk dalam daftar Global Geoparks Network (GNN) dari UNESCO.
Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Kemendikbud, Suharti, mengatakan ia menerima kabar menggembirakan ini dari Duta Besar LBBP RI Paris yang merangkap Delegasi Tetap RI untuk UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization), yaitu Hotmangaradja Pandjaitan.
“Alhamdulillah ada berita dari Bapak Dubes RI untuk UNESCO yang menyampaikan bahwa Gunung Sewu sudah masuk dalam Global Geoparks Network (GGN). Dengan demikian, termasuk Bromo, Tengger Semeru-Ardjuna dan Taka Bonerate-Kepulauan Selayar yang masuk ke Man and Biosphere (MAB) bulan Juni yang lalu, dan sudah ada tiga tambahan inskripsi Indonesia di UNESCO di tahun 2015 ini,” ujar Suharti di Jakarta, Selasa (22/9/2015).
Ia mengatakan, berdasarkan siaran pers dari UNESCO bernomor 2015-97, ada sembilan situs baru yang ditambahkan ke dalam Global Geoparks Network. Ke-9 situs tersebut adalah Gunung Sewu (Indonesia), Dunhuang (China), Zhijindong Cave (China), Troodos (Siprus), Sitia (Yunani), Reykjanes (Islandia), Pollino (Italia), Gunung Apoi (Jepang), dan Lanzarote dan Kepulauan Chinijo (Spanyol). Masuknya sembilan situs baru tersebut merupakan hasil keputusan Simposium Geoparks Network Asia-Pasifik yang ke-4, di San’in Kaigan Geopark, Jepang, pada tanggal 15 hingga 20 September 2015.
Global Geoparks adalah wilayah yang mempromosikan geo-keragaman melalui inisiatif yang dipimpin oleh masyarakat untuk meningkatkan pembangunan berkelanjutan daerah. Wilayah ini meningkatkan kesadaran bahaya geologi dan banyak membantu masyarakat setempat mempersiapkan strategi mitigasi bencana. Global Geoparks telah menjadi bagian dalam sejarah 4,6 miliar tahun planet bumi dengan geo-keragamannya yang telah membentuk setiap aspek dalam kehidupan masyarakat
Gunung Sewu merupakan zona kapur pegunungan besar yang ditandai oleh bukit-bukit karst berbentuk kerucut mencakup Yogyakarta, Jawa Tengah dan Timur. Bentang alam karst tumbuh melalui pembubaran, ketika batu kapur itu terangkat dari dasar laut sekitar 1,8 juta tahun yang lalu. Uplift kemudian menyebabkan pembentukan teras pantai dan sungai serta singkapan batu pasir. Tanda-tanda awal dari kelahiran manusia telah ada sekitar 180.000 tahun yang lalu, dengan bukti pemukiman di sepanjang bantaran sungai dan di batu kapur batu-tempat penampungan dan gua di Gunung Sewu. Batu-teras yang mengelilingi hampir setiap bukit di Gunung Sewu menjadi saksi lokal bagaimana pengetahuan diwariskan dari generasi ke generasi untuk mempertahankan tanah yang relatif tipis untuk pertanian.  (Desliana Maulipaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *