Guru SMP Temukan Solusi Kabut Asap

Pelajar SMA melintasi jalan yang dipenuhi kabut asap. (Foto: dok. Okezone)
Dokumenter: Asap Mengganggu Aktivitas Belajar Mengajar
MADIUN – Bencana kabut asap di Sumatera dan Kalimantan sudah berlangsung selama berbulan-bulan. Hingga kini, sejumlah langkah penanganan dari pemerintah belum sepenuhnya mampu menyelesaikan masalah tersebut. 
Tetapi, seorang guru di SMP negeri unggulan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mampu menciptakan alat penghisap asap dan polusi udara. Bahkan, inovasi ini juga bisa dimanfaatkan untuk menangani bencana kabut asap yang terjadi setiap tahun di dua pulau besar Indonesia itu.
Adalah Sutarjo, sang penemu alat sederhana tersebut. Dengan biaya kurang dari Rp80 ribu, Sutarjo sudah bisa merakit satu unit penghisap asap yang dinamainya Sapu Jagad.
Tidak hanya sudah diuji coba, Sutarjo juga meraih penghargaan baik di tingkat provinsi maupun nasional dengan Sapu Jagad. Dia menjelaskan, cara kerja alat ini sangat sederhana.

“Hanya butuh kipas angin, aquarium untuk menampung air kapur serta air kapur. Kipas angin akan menghisap asap, sedangkan air kapur berfungsi mengubah kabut asap tersebut menjadi serpihan padat,” tutur Sutarjo.

Dia menyarankan, setiap rumah di daerah rawan bencana asap memiliki tiga hingga empat alat penghisap asap ini. Selain berbiaya murah,alat ini tidak memiliki risiko
“Keuntungan lainnya, serpihan limbah polutan yang banyak mengandung logam berat ini dapat digunakan untuk pupuk cair tanaman non pangan,” imbuh Sutarjo, seraya berharap temuan alat penghisap asap sederhananya dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi bencana kabut asap di Sumatera dan Kalimantan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *