Heboh! UMY Temukan Webcam Pendeteksi Kanker

BANTUL – Empat Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil menemukan webcam yang dilengkapi fitur inframerah. Alat tersebut mampu mendeteksi dini gejala kanker.
Webcam itu tersambung dengan perangkat komputer yang kemudian dapat mendeteksi gejala awal timbulnya kanker payudara. Karya ini meraih prestasi dalam konferensi internasional bertemakan ‘International Conference of Medical Health and Science’.

Empat mahasiswa itu antara lain, Ade Pajar Pirdianto, Yusuf Susanto, Rizal Dwika Saputro dan Hendrian Ade. Mereka merupakan mahasiswa Pendidikan Dokter dan satu mahasiswa Teknik Elektro.
Koordinator tim, Ade Pajar Pirdianto mengatakan bahwa penghargaan best article ini masuk dalam presentasi di konferensi internasional yang berlangsung pada 1 hingga 4 September 2015 di ruang studi hall Asri Medical Center (AMC) UMY.

Presentasi kelompok ini membahas gejala kanker dengan memberi judul ‘Potensi Web Kamera Inframerah sebagai Alat Pendeteksi Dini Munculnya Kanker Payudara’. Judul yang diusung merupakan hasil penelitian dari Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM).

“Materi yang kami presentasikan merupakan hasil dari penelitian PKM yang telah dimulai sejak bulan Januari hingga Juni lalu,” jelas Ade pada Harian Jogja, Rabu 14 Oktober 2015.
Ia menjelaskan, bahwa kelompok mereka mendapat hibah bantuan dari Kemenristek Dikti sebagai modal penelitian PKM. Namun sayangnya, kelompok mereka tidak dapat melanjutkan langkah menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2015.

“Namun kami tidak menyerah. Kebetulan dengan ada konferensi internasional yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi (DIKTI) dan kami berusaha kembali mengangkat hasil penelitian kami dan merangkumnya dalam bentuk presentasi,” tambah Ade.

Konferensi Internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UMY bekerja sama dengan menteri Pendidikan Tinggi dengan diikuti oleh berbagai peserta dari Malaysia, Taiwan dan beberapa peserta dari Indonesia.

Setelah berhasil mendapatkan piagam penghargaan dan juga sejumlah uang pembinaan, Ade dan teman-teman kelompoknya berharap dapat terus melanjutkan penelitiannya dan berharap mendapatkan bantuan hibah dana untuk mengembangkan penelitian hingga level internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *