Lowongan dibuka s/d 17 Januari 2017

Ini Dia Pengalaman Kuliah di Jurusan Psikologi

http://nusaresearch.net/userfiles/095427_482364477.jpg
Sedikit Cerita & Informasi Tentang Jurusan Psikologi
Saya di sini ingin berbagi bersama teman-teman SMA tentang jurusan saya supaya teman-teman tidak tertarik untuk masuk fakultas psikologi *eh*  . Yah, pokoknya saya akan cerita panjang lebar di sini. Sejujurnya, saya tidak pernah mau masuk fakultas Psikologi. Tetapi takdir berkata lain dan akhirnya saya terjebak  selama minimal 4 tahun di fakultas ini. Kenapa saya bisa terdampar di sini? Alasan klise sebenarnya, ada ketidaksetujuan orang tua mengenai jurusan yang saya ingin pilih dan akhirnya saya terpersuasi untuk masuk ke fakultas psikologi. 

Untuk masuk ke fakultas Psikologi, teman-teman dari jurusan IPA & IPS diperbolehkan. Yang berbeda adalah fakultas psikologi di universitas mana. Setahu saya untuk jurusan IPA, dapat masuk ke fakultas psikologi UNPAD & UNS (kalau tidak salah) dan untuk yang jurusan IPS dapat mendaftar ke fakultas psikologi UI, UGM, UPI (kalau tidak salah). Tolong jangan timpuk penulis ya! Sebenarnya apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata psikologi? Memiliki teman atau kerabat yang belajar psikologi? Melihat peran psikolog di serial TV atau film?

Mayoritas orang berpikir bahwa ilmu psikologi itu bukanlah ilmu yang ‘murni’. Hanya tebak-tebakan. Pseudosains. Ilmu perdukunan (?). Akan tetapi, kenyataannya tidak seperti itu loh. Psikologi merupakan bagian dari ilmu pengetahuan dan dapat diuji secara empiris. Menurut definisi,psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia serta proses-proses mental yang terjadi. Siapa saja yang masuk ke fakultas psikologi? Pertama, tentunya orang yang mau masuk fakultas psikologi. Kedua, orang-orang ‘korban’ fakultas tetangga sebelah *baca Fakultas Kedokteran*. Ketiga, orang yang tidak tahu-menahu tentang psikologi dan akhirnya mendaftar lalu terjebak di fakultas ini. Keempat, orang-orang yang memang tahu prospek kerja di psikologi dan akhirnya mendaftar. Kelima, orang yang hasil tes psikologinya menunjukkan bahwa ia cocok kuliah di fakultas psikologi. Dan seterusnya…. Ada mitos, mungkin juga kenyataan, katanya, yang masuk fakultas psikologi itu kebanyakan adalah orang-orang yang ‘berobat jalan’. Itu bercanda, sebenarnya. Tapi kan,di balik bercandaan suka ada remah-remah kebenaran gitu. Memang saya melihat sendiri ada teman-teman saya yang tumbang sehingga tak lagi dapat mengikuti kuliah atau menghilang entah ke mana dan sulit dihubungi dan lain-lain.Belumtentuiniterjadisama kalian yah, jadijanganpataharang…Jadi apakah benar? Only God knows why. 

Mayoritas mahasiswa yang berkuliah di fakultas psikologi adalah perempuan. Laki-laki adalah spesies jarang di fakultas saya. Jadi, kalau kami mau cari pacar atau kecengan biasanya menyebrang ke fakultas sebelah (baca: Fakultas Geologi atau Kedokteran). Fakultas psikologi memang populer bagi kaum hawa. Alasannya? Entahlah, saya juga tidak tahu. Apa yang dipelajari di sini? Banyak hal dipelajari, pokoknya serba-serbi perilaku manusia di kondisi dan situasi tertentu. Kalau mempelajari perilaku manusia memang tidak ada habisnya. Terlalu kompleks. Setiap pertanyaan yang terjawab mengenai perilaku manusia akan melahirkan pertanyaan-pertanyaan baru yang lebih kompleks. Hal yang dipelajari tidak kasat mata lagi, tetapi jangan salah ya, kami bukan berasal dari fakultas ilmu gaib atau sekolah pencetak paranormal. Tidak terlihat, tetapi dapat dirasakan?

Bidang-bidang utama psikologi:
1. Psikologi klinis
Di sini kita akan mempelajari gangguan-gangguan psikologis, cara terapi, intervensi yang dapat dilakukan, dst. Teman-teman juga akan diajarkan bagaimana untuk memberikan pertolongan yang tepat bagi klien yang mengalami masalah dalam bentuk konseling atau terapi. Lamanya konseling atau terapi tergantung kebutuhan klien sendiri. Psikologi klinis terbagi menjadi dua yaitu klinis anak dan klinis dewasa

2. Psikologi Industri & Organisasi
Di sini kalian akan mempelajari perilaku manusia dihubungkan dengan organisasi. Misalnya kita akan mengetahui gaya-gaya kepemimpinan yang efektif untuk situasi atau bentuk organisasi tertentu. Bagaimana meningkatkan produktivitas pekerja? Apakah dengan memotivasi mereka atau dengan menaikkan upah kerja? Salah satu cabang dari PIO ini adalah psikologi konsumen. Dalam bidang ini kalian belajar mengenai perilaku konsumen dari mulai motivasinya untuk membeli barang, perilaku membeli, menggunakannya sampai membuangnya kalau sudah selesai dipakai.

 3. Psikologi Perkembangan
Bidang ini mempelajari perkembangan manusia dari bentuk janin sampai manula. Apa saja yang terjadi pada manusia secara fisik dan psikis? Dengan mengetahui perkembangan manusia kita dapat mengetahui ciri-ciri yang khas dari setiap tahap perkembangan. Misalnya, kenapa ya remaja itu sering galau? Atau kenapa ya orang yang sudah masuk tahap dewasa awal (20-25 tahun) sudah mulai memikirkan mencari pasangan atau menikah? Semua itu ada hubungannya dengan tugas perkembangan di setiap tahap perkembangan dan setiap manusia pasti akan mengalaminya.

4. Psikologi Sosial
Teman-teman pasti tahu kan, kalau manusia itu makhluk sosial? Manusia itu unik, tetapi selalu membentuk kelompok dan membutuhkan orang lain di sisinya, aneh ya? Bidang ini mempelajari manusia di dalam ruang lingkup lingkungan sosial yang ada hubungannya dengan individu lain. Kenapa ya manusia itu membutuhkan orang lain dalam hidupnya? Mengapa kita bisa mencintai atau membenci orang lain? Mengapa kita marah sama orang lain? Kenapa sebuah kelompok itu membutuhkan seorang leader? Teman-teman juga akan diajak untuk melihat masalah-masalah sosial yang terjadi dari kacamata psikologi. Seperti individu dengan kelompok, tahap pembentukan kelompok, kenapa manusia berteman dan mengapa manusia berkonflik?

5. Psikologi Pendidikan
Di bidang ini, kalian akan mempelajari proses utama dalam pendidikan, yaitu proses belajar. Kegiatan belajar mengajar itu membutuhkan apa saja ya? Pertama pasti tujuan KBM itu sendiri, lalu metode belajar dan akan diakhiri dengan evaluasi belajar. Kita juga tak lupa harus mengetahui karakteristik siswanya. Apa yang sebenarnya mereka butuhkan? Di sini kami juga belajar tentang anak-anak yang memiliki gangguan belajar dan anak-anak yang gifted. Psikologi pendidikan juga biasa digunakan untuk merancang sebuah pelatihan.

Karena penulis hanya bisa menulis dengan 11 jari, maksudnya satu jari tangan kanan dan satu jari tangan kiri, penjelasan mengenai bidang psikologi segini dulu ya. Masih banyak bidang psikologi yang dapat teman-teman kaji. Akan tetapi, itu tugas teman-teman untuk mencari tahu sendiri. Tugas saya hanya membuka pintu, teman-teman yang harus masuk sendiri melewati pintu itu.

Cara belajarnya bagaimana ya? Kalau di tempat saya belajar, kebanyakan tugas yang diberikan merupakan proyek-proyek atau tugas kelompok. Ada beberapa tugas individu seperti membuat makalah dan skripsi (ya iyalah!). Jadi, hampir semua mata kuliah itu ada kelompoknya. Pusing nggak? Jelas iya, apalagi kalau anggota kelompok di mata kuliah A ternyata sama dengan beberapa anggota kelompok di mata kuliah B membentuk diagram venn yang kompleks. Ya, memang itu kenyataannya.

Kenapa sih harus banyaknya tugas kelompok? Sebenarnya ini latihan teman-teman. Sebagai seorang calon psikolog atau seorang yang akan berkarir di bidang psikologi yang memahami perilaku manusia,sudah pasti kita akan selalu berinteraksi dengan manusia. Entah itu klien, entah itu peserta training atau siapa pun, kita pasti berinteraksi denganorang lain. Dan, orang yang akan berinteraksi dengan kita merupakan individu yang unik dan pasti dengan kepribadian yang berbeda. Ada yang memang kita senang berinteraksi dengan mereka, ada yang 1 menit rasanya ngobrol sama mereka rasanya satu tahun, dll. Kita harus sanggup untuk ‘bisa’ sama siapa saja, tidak peduli kepribadiannya seperti apa, tidak peduli kita suka atau nggak suka sama orang ini, we must make it work, mate. Itu salah satu tantangannya kuliah di psikologi menurut saya. Karena saya pribadi kurang suka berinteraksi dengan orang lain, adanya kerja kelompk ini membuat saya bisa lebih memberikan toleransi pada diri saya sendiri dan orang lain. Salah satu yang bisa kalian dapat adalah kalian bisa fleksibel dalam menghadapi berbagai macam orang sesuai dengan karakter orang tersebut. Jadi seperti air yang dimasukin tempat bentuk apa pun bisa ikut bentuk tempat tersebut tanpa merubah diri kita menjadi tempat air tersebut. Toh pada akhirnya, kita akan tetap menjadi diri kita, menjadi air, kan? Asal bukan air comberan ya tidak apa-apa.

Pada akhirnya teman-teman akan memiliki kelompok belajar sendiri karena memang cara  terbaik untuk memahami konsep-konsep psikologi adalah dengan berdiskusi. Soalnya kalau belajar sendiri nanti frustrasi (?) dan jadinya nggak belajar. Kalau dengan diskusi kalian bisa saling menimpali dan akan lebih mengerti loh jadinya. Saya pribadi memang lebih senang belajar sendiri tetapi ternyata belajar kelompok dengan diskusi juga penting karena bisa saja konsep yang saya pelajari ternyata berbeda dan bisa juga saya salah.

Setiap manusia itu unik. Kalian akan menemui banyak jenis manusia, masalahnya yang berbeda-beda, mulai dari urusan pacar sampai urusan keluarga. Dan itu akan membuat kalian terlatih untuk menghadapi orang lain. Salah satu keahlian yang terus diasah adalah kemampuan untuk berempati. Ini penting sekali bagi kami yang belajar psikologi karena menurut saya pribadi, empati itu adalah kualitas manusia yang sangat baik. Kita dapat memakai ‘sepatu’ orang lain, merasakan berada di kondisi orang lain tanpa berubah jadi orang lain. Di psikologi juga akan belajar mengenai teori-teori kepribadian. Hal yang menarik adalah, kami bisa mengetahui dan mengenal diri kami lebih baik. Saya tuh jadi tahu saya ini manusia seperti apa walaupun masih banyak aspek dari diri saya yang belum saya ketahui.

Kalian juga bisa belajar mengenai tes-tes psikologi. Kok bisa psikolog tahu kepribadian saya dari tulisan dan gambar? Kenapa ya harus gambar pohon? Pohonnya harus pohon kayu, lagi. Kenapa nggak boleh pohon cabe, pohon toge, pohon pisan, pohon cemara dan pohon-pohon lainnya? Kenapa ya gambarnya harus orang, rumah dan pohon? Kenapa nggak boleh gambar yang lain? Atau bagaimana yah dia tahu kepribadian aku dari tulisanku? Pokoknya banyak hal yang dibuka, dibongkar dan kalian akan berkata, “Oooh….gitu ya ternyata..”.
*
Saya akan menceritakan beberapa respon orang lain ketika mereka mengetahui saya belajar psikologi,
Respon 1 :
“Mba kuliah di mana?”
“Saya belajar psikologi.”
“Oh gitu, mba. Eh, mba, saya boleh cerita nggak? Konsul gitu, jadi saya tuh…..bla bla bla bla..”
“……………..” (Padahal baru kenalan)
Respon 2 :
“Kamu kuliah di psikologi ya?”
“Iyah, mba.”
“Eh coba gambarin kepribadian aku dong.”
“………….” (Gimana bisa? Baru aja kenal? Maaf, mba saya bukan dukun, paranormal gitu.)
*
Prospek kerja di psikologi itu apa aja ya?Saya juga sejujurnya masih gamang akan masa depan saya. Akan tetapi, ada yang berkata pada saya bahwa selama manusia ada, kami akan selalu mendapatkan pekerjaan dalam bentuk apa pun. Pekerjaan yang umumnya dilakoni adalah menjadi psikolog. Psikolog juga banyak macamnya loh, ada yang memang khusus menangani gangguan psikologis baik di anak-anak maupun dewasa, ada juga yang menangani siswa dengan kesulitan belajar, ada yang menjadi perancang kurikulum belajar, ada yang menjadi pekerja sosial, ada yang menjadi trainer baik perancang, fasilitator maupun evaluator dan lain-lain. Kalau teman-teman mau jadi psikolog berarti kalian harus menempuh pendidikan magister profesi. Di sana kalian akan mendalami bidang psikologi yang memang diminati. Kalau S1 bisa apa ya? Bisa banyak, merancang trainer, kerja di perusahaan sebagai HRD (Human Resource Department) atau menjadi tester di psikotes. Percaya, selama masih ada manusia dan masalah-masalah yang berhubungan dengan manusia, jasa orang-orang yang belajar psikologi pasti terpakai. Aamiin. (Padahal saya sedang mengingatkan diri sendiri).
Apakah mudah belajar di fakultas psikologi? Relatif ya jawabannya. Bagi saya yang awalnya tidak mau masuk ke fakultas ini ya, saya merasakan belajar sebagai siksaan tetapi sekarang sudah mulai terbiasa disiksa kok, tenang aja *eh*. Saya tetap (masih) mau percaya kalau pasti banyak hal-hal yang dikorbankan, banyak juga yang akan diterima. Jadi, ya pilihlah untuk menjalani (emang iklan rokok?).
*
( #curhat, jadi boleh disekip 😀 )
Sebenarnya saya juga masih agak belum betah belajar di psikologi. Saya terkadang masih sering memikirkan mantan saya, eh maksud saya mantan calon fakultas saya. Apakah saya akan menjadi diri saya yang sekarang jika saya masuk fakultas lain? Apakah sudah terlambat untuk pindah dan berpaling ke jurusan lain? Akan tetapi entah mengapa, saya jadinya sama sekali tidak pindah. Saya tetap di sini. Tetap menjalani walaupun lebih sering ngeluhnya, toh saya bisa bertahan sampai 2 tahun di sini. Aneh, kan? Jadi saya memang masih belajar, belajar untuk bisa keluar dengan selamat, sehat wal’afiat dari fakultas ini. Doakan penulis, ya!
Penulis juga meminta maaf jika tulisan ini kurang berguna dan lebih banyak ngaconya. Penulis memang bukan manusia sempurna dan banyak salah, yang lebih benar adalah dosen-dosen saya *eh*.
Terima Kasih.
Terima kasih untuk siapapun yang membaca atau kepaksa membaca tulisan ini.
(*)
Arina Shabrina | shabrina181292
Psikologi 2012, Universitas Padjadjaran
ocehanarina.tumblr.com


Baca juga : Perbedaan Jurusan Psikologi Dan Psikiater

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *