ITS Tambahkan Tiga Fakultas Baru

JAKARTA – Perguruan tinggi harus jeli menanggapi dinamika ilmu pengetahuan dan minat mahasiswa yang terus berkembang. Salah satu caranya, dengan membuat jurusan atau fakultas baru. Inilah yang dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Keberadaan lima fakultas dan 27 jurusan saat ini dirasa kurang untuk mengakomodasi minat akademis mahasiswa. Dalam waktu dekat, kampus teknik di Ibu Kota Jawa Timur itu pun akan membangun tiga fakultas baru dengan menggabungkan jurusan-jurusan yang serumpun.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sarana Prasarana Ir Heppy Kristijanto MS, menjelaskan, ketiga fakultas tersebut adalah Fakultas Desain dan Industri Kreatif (FDIK), Fakultas Teknologi dan Sains Terapan (FTST), dan Fakultas Teknologi dan Ilmu Kebumian (FTIK).
“Saat ini FDIK telah diakui secara de jure oleh dinas pendidikan. Namun secara de facto, ITS belum merealisasikan hal ini,” ujar Heppy, seperti dinukil dari laman ITS, Rabu (9/12/2015).

FDIK sendiri akan membawahi jurusan Desain Produk Industri dan Desain Interior. Sementara itu, Desain Komunikasi Visual (DKV) masih masuk dalam kelompok jurusan Desain Produk.
Ada beberapa alasan mengapa ITS terlambat membentuk fakultas baru tersebut. Happy menyampaikan, salah satu alasannya adalah status ITS sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN BH) membuat mereka harus melakukan restrukturisasi secara holistik. Selain itu, ITS juga masih menunggu keputusan Majelis Wali Amanah (MWA) tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru.

“Setelah SOTK terbentuk, ITS akan segera realisasikan fakultas ini,” jelasnya.
Sementara itu, rencana pembentukan FTIK dan FTST pun sudah disetujui Senat Universitas. Nantinya, kata Heppy, FTIK akan menaungi jurusan-jurusan kebumian seperti Jurusan Teknik Geomatika dan Jurusan Teknik Geofisika. Kemudian, semua program vokasi akan bernaung di FTST; mulai dari jenjang diploma tiga dan empat hingga magister. Saat ini ITS telah memiliki program Magister Terapan Teknik Sipil.
“Bahkan jika memungkinkan, ke depannya kami juga akan membuka program doktoral untuk vokasi,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *