Masya Allah! Lumpuh Tak Menjadi Halangan Anak Ini Untuk Menghafal 30 Juz Al Qur’an

Hafal Al Qur’an adalah karunia dari Allah.. mampu menghafal Al Qur’an tidaklah semata-mata karena kecerdasan seseorang. Kisah Fajar Islami Abdurokhim Wahyudiono adalah bukti nyata.

Fajar bersama pejabat Saudi

Masya Allah, Fajar Islami Abdurokhim Wahyudiono (11), penderita cerebral palsy (CP), yang hafal 30 Juz Al Qur’an, mendapat hadiah berhaji tahun ini. Hadiah tersebut merupakan pemberian Duta Besar Arab Saudi bersama keluarganya. Anak cerdas asal Solo ini, juga akan mendapat jamuan resmi kenegaraan untuk dipertemukan dengan idolanya, Imam Masjidil Haram Syeikh Dr. Abdurachman Asudaish.

Meskipun jika berbicara, suara Fajar terdengar tidak jelas, ia selalu percaya diri saat menjawab pertanyaan tentang ayat-ayat Al-Qur’an. Ia mungkin tidak bisa membaca huruf Arab, tetapi ia bisa lantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Fajar Islami, begitu sapaan akrabnya, telah menghafal seluruh ayat Al-Qur’an meskipun kesulitan yang ia hadapi, Maasyaa Allah. Anak luar biasa yang menderita cerebral palsy (CP) atau lumpuh otak ini, kiranya selangkah lagi menuju cita-citanya yang mulia yakni menjadi seorang imam di Masjidil Haram, Mekah.

Keberadaan Fajar mulanya diketahui oleh Ustadz Yusuf Mansur pada Ramadhan kemarin. Ustadz YM sangat menyesal karena baru mengetahui keberadaan Fajar Abdurokhim, bocah penghafal Al-Qur’an dalam keadaan yang tidak normal. “Kalau begini ceritan

a, maka Fajar adalah penghafal Al Qur’an terkecil (termuda) di dunia, Masya Allah,” ungkap Ustadz Yusuf, saat mengisi acara Tabligh Akbar (05 Juli 2015).

Sebelumnya diberitakan, pada musim haji tahun 2015 ini Fajar mendapat undangan khusus dari kerajaan Arab Saudi untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Pemerintah Arab Saudi  memberikan undangan untuk Fajar, kedua orang tuanya dan dua orang pengasuh. Tidak hanya itu, Fajar diberi hadiah uang sebesar 200 dolar AS perbulan selama satu tahun.

Fajar adalah putra pasangan Heny Sulistiowati dan Joko Wahyudiono yang lahir pada tahun 2004 yang lalu. Dia lahir prematur pada usia kandungan 7,5 bulan dengan berat badan hanya 1,6 kilogram.
Sejak lahir kondisi Fajar sudah memprihatinkan. Katup jantungnya ada yang bocor dan menderita Cerebral Palsy, yaitu suatu kondisi terganggunya fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan
gerakan, laju belajar, pendengaran, penglihatan, kemampuan berpikir. Penyakit ini menyebabkan seorang anak akan mengalami keterlambatan perkembangan. Namun Heni dan suaminya bertekad memberikan yang terbaik untuk putranya.

Dengan sabar ayahnya selalu membacakan Al Qur’an setengah juz pada pagi hari dan setengah juz pada malam hari sejak masih berada di inkubator. “Kami berusaha untuk memberikan lingkungan yang terbaik untuknya. Di rumah saya dan suami sepakat memutarkan tilawah 24 jam agar dia selalu mendengar yang baik-baik saja tanpa terpikir dia akan hafal Al Quran” cerita Heni.

Di usianya yang ketiga, Fajar baru dapat berbicara namun yang keluar dari bibirnya seringkali berupa potongan-potongan ayat Al Qur’an. Pasangan tersebut lalu memanggil seorang guru untuk mengajarkan dan membimbing Fajar. Hasilnya Fajar hafal 30 juz Al Qur’an di usia 4,5 tahun dengan hafalan yang sangat kuat. “Akuingin menjadi Imam Masjidil Haram,” jawab Fajar ketika ditanya
apa cita-citanya. Dia pun berpesan dan berdoa agar seluruh masyarakat Indonesia semangat untuk menghafal Al Qur’an.

Pencarian :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *