Mengenal SEO yang Bagus, Jelek dan Buruk

Sebenarnya agak bingung untuk memberikan judul pada artikel ini karena istilahnya dalam bahasa Inggris adalah The Bad, The Good and The Ugly SEO. Kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia, ‘bad’ dan ‘ugly’ sama-sama memiliki arti ‘jelek’ atau ‘buruk’. Biar yang baca gak bingung, langsung simak saja artikelnya sampai selesai 😀

Selama bertahun-tahun, para pelaku di dunia SEO ikut memberikan kontribusi berupa spam dan konten berkualitas buruk. Mereka mengakali direktori, mengisi konten dengan berbagai keyword, melakukan spam komentar di blog, memperjualbelikan link untuk mengikuti ‘permainan’ algoritma Google dan menyundul konten biasa-biasa saja agar bisa masuk ke dalam top keyword. Tentu saja hal-hal tersebut merupakan ‘perbuatan yang tak terpuji’ bagi SEO, tapi manjur untuk dilakukan. Sebagian pengamat menjulukinya dengan nama Wild West Era of SEO.

Hingga tahun 2011, ketika Google merilis algoritma anti-spam yang pertama dan diberi nama Panda, Anda bisa berada di ranking atas di Google dengan membeli berbagai link dan menampilkan banyak konten berkualitas rendah. Namun sekarang, baik algoritma Panda maupun Penguin, sama-sama sudah diupdate dan bisa mendeteksi taktik SEO lawas.

Anda perlu memahami bagaimana mesin pencarian algoritma bekerja untuk membuat konten Anda tampil di Google atau Facebook Graph Search.

Algoritma Google pada dasarnya merupakan sebuah mesin yang berusaha keras untuk berpikir seperti manusia sehingga menjadikan sejumlah hal menjadi bagian yang besar bagi Google untuk menentukan mana yang berhak berada di ranking atas.

Hingga sekarang, para pelaku SEO menyelaraskan strategi keyword bagi para user, menekankan keterkaitan antara konten dan keyword, melakukan penelitian dan analisis. Terdapat tiga jenis SEO yang terbagi dalam kategori:

SEO Bagus (The Good SEO)
Kunci keberhasilan SEO adalah fokus pada kualitas: optimasi kualitas, kualitas konten dan kualitas hubungan. Dengan kualitas tersebut, user maupun algoritma akan berada di pihak Anda.

Optimasi kualitas: Optimalkan situs Anda guna membantu mesin pencari memahami apa isi konten Anda melalui teknik on-site SEO.

Kualitas konten: Ciptakan konten yang berharga bagi user target Anda, agar berguna untuk di-share. Istilah kerennya shareworthy dan linkworthy.

Kualitas hubungan: Bangun hubungan yang kuat dengan orang lain melalui media sosial untuk memperkuat konten dan meningkatkan peluang agar mendapatkan backlink yang berharga ke website Anda.

SEO Jelek (The Bad SEO)
Di tahun 2011 ada banyak perusahaan dan konsultan SEO yang berhenti beroperasi. Pada saat itu, setiap bisnis baru dijual seharga US$ 200 untuk paket SEO yang tidak merepotkan dan dijamin nangkring di halaman teratas di Google untuk sejumlah keyword. Tetapi hal tersebut tak ubahnya seperti sebuah dongeng karena tidak ada yang namanya makan gratis di SEO.

Praktek tersebut akan lebih membuntungkan daripada menguntungkan jika ada tiga hal di bawah ini:

Membeli link: Membeli link merupakan sebuah pelanggaran term of service-nya Google yang terbesar.

Menciptakan link berkualitas buruk: Membuat ratusan backlink berkualitas rendah secara manual melalui komentar dan memasukkan ke dalam direktori.

Menye-pin artikel: Re-write artikel menggunakan spinner dan memposting konten berkualitas rendah untuk seluruh isi web sehingga menghasilkan link-link sampah.

SEO Buruk (The Ugly SEO)
SEO terburuk adalah spam. Selama bertahun-tahun ada banyak bentuk spam yang menjadi payung teduh bagi para hacker dengan pemikiran SEO yang tidak etis. Hal ini merupakan masalah besar bagi Google, sehingga search engine yang satu ini terus berusaha untuk memfilter semua hasil pencarian dari spam.

Bisa jadi Anda akan di-tag sebagai spammer dan bakal dilempar keluar dari indeks Google karena melakukan sejumlah taktik spam SEO, seperti:

Akun palsu, review atau komentar: Anda juga dapat dituntut dan didenda.

Konten spam: Teknik ini melibatkan hal-hal yang menyangkut keyword, halaman doorway, atau teks tersembunyi.

Blog spam: Blog yang dibangun dari hasil ‘pencurian’, menduplikat konten dengan ribuan halaman yang tidak berguna. Situs ini hanya bertujuan untuk monetisasi dan tidak memberikan kegunaan apapun bagi para netizen.

Comments

  1. By PondoK SheZhie

    Balas

  2. By ndotkom

    Balas

  3. By Nuhan Nahidl

    Balas

  4. By Dwi Purwanto

    Balas

  5. By nur kholis safrudin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *