Merayakan Hari Guru Jangan Hanya dengan Upacara!

Mendikbud Anies Baswedan memberi keterangan kepada wartawan usai membuka Simposium Guru Nasional di Istora Senayan. (Foto: Afriani S/Okezone)
Mendikbud Anies Baswedan memberi keterangan kepada wartawan usai membuka Simposium Guru Nasional di Istora Senayan. (Foto: Afriani S/Okezone)
JAKARTA – Perayaan Hari Guru Nasional biasanya dilakukan dengan menggelar upacara bendera di berbagai institusi pendidikan. Padahal, perayaan hari istimewa bagi para pahlawan tanpa tanda jasa ini bisa dilakukan dengan berbagai cara lain, misalnya dengan simposium.
“Melalui simposium ini, kita bisa tunjukkan bila guru-guru Indonesia hebat karena karyanya,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan ketika membuka Simposium Guru di Istora Senayan, Senin(23/11/2015).

Anies menegaskan, simposium yang diikuti ribuan guru se-Tanah Air tersebut menjadi saluran untuk menunjukkan bahwa para guru Indonesia merupakan cendikiawan yang karyanya bisa dibanggakan.
“Tugas utama kita adalah belajar. Dalam proses belajar ini, guru pun sembari berkarya,” ujarnya.
Simposium ini, kata Anies, juga memberi kesempatan bagi sesama pendidik untuk saling belajar dan bertukar pikiran. Mereka juga bisa saling menunjukkan praktik-praktik sukses pembelajaran yang selama ini dijalani di kelas.

Anies berharap, para guru akan selalu diingat anak didiknya dalam konteks positif. “Tidak hanya sekadar nama atau ingat karena dianggap guru menyebalkan. Tetapi, kami berharap para guru diingat karena menyenangkan dan menginspirasi,” imbuhnya.

Simposium Guru dihelat hingga 25 November. Acara ini diisi berbagai kegiatan seperti pameran karya inovatif dari guru, kompetisi dan pameran pendidikan lainnya. Para peserta simposium terbagi ke dalam 14 kelompok. Setiap kelompok tersebut akan menghadirkan 10 pemakalah yang akan menyajikan berbagai hasil riset terkini seputar masalah pendidikan
“Kegiatan ini merupakan hulu. Hilirnya adalah kelas-kelas di seluruh Indonesia. Karena itu kami berharap sekali praktik terbaik yang ditularkan dibawa ke tempat mengabdi,” tandasnya.

Comments

  1. By Waktuku

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *