Oh Ternyata! Ini Sebabnya Mengapa Banyak PTS yang Dibekukan

Ilustrasi: Shutterstock

BANDUNG – Penonaktifan ratusan perguruan tinggi swasta (PTS) membuat dunia pendidikan tercoreng. Hal itu membuktikan bahwa banyak kampus yang tidak memenuhi syarat.

Meski penonaktifan kampus menjadi noda wajah pendidikan tinggi Tanah Air, ada sisi positif dari hal tersebut. Ketua Umum Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi, berharap, kampus-kampus yang dinonaktifkan diharapkan melakukan pembenahan. Sedangkan bagi PTS yang tidak dinonaktifkan, diharapkan mereka makin terpacu untuk memenuhi berbagai aspek dan persyaratan kampus.
“Ini pelajaran yang baik dan berharga untuk pembenahan manajemen internal perguruan tinggi. Bahkan diharapkan jauh lebih baik lagi,” kata Didi kepada Okezone, belum lama ini.

Ia pun mengingatkan para pengelola PTS untuk lebih berhati-hati menerima mahasiswa. Jangan sampai rasio dosen dan mahasiswa tidak sesuai yang bisa berdampak pada penonaktifan kampus.
“Pimpinan pengelola perguruan tinggi harus hati-hati juga dalam menerima mahasiswa yang demikian banyak, dosen harus tetap memadai,” jelasnya.

Selain itu, Didi mengungkapkan pentingnya menyelamatkan mahasiswa. Pemerintah dalam hal ini harus mengambil langkah tepat agar mahasiswa tidak jadi korban penonaktifan kampus.
“Harapan kami tentu bahwa mahasiswa itu harus diselamatkan dan juga untuk menyelamatkan mahasiswa pemerintah juga harus lebih fleksibel,” pungkas Didi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *