Lowongan dibuka s/d 17 Januari 2017

Pameran Tetap Koleksi Galeri Nasional Indonesia Dibuka Kembali untuk Umum, Gratis!

Jakarta, Kemendikbud — Setelah dua tahun lamanya ditutup karena direnovasi, pameran tetap koleksi Galeri Nasional Indonesia (GNI) dibuka kembali untuk umum. Sebanyak 109 koleksi permanen GNI koleksi negara ditata dan dipamerkan penuh artistik, edukatif, dan informatif dengan memperhatikan aspek kenyamanan dan keamanan.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan secara resmi membuka kembali pameran tetap koleksi GNI di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Rabu (7/10).
 
Mendikbud berharap, dengan adanya pameran ini maka apresiasi terhadap seni meningkat dan minat di bidang seni terutama seni lukis juga meningkat. Ekspresi seni, kata dia, menumbuhkan komponen rasa. “Kita ingin agar anak-anak kita intelektualnya tumbuh, raganya tumbuh, dan rasanya juga tumbuh. Pameran tetap ini menandai babak baru Galeri Nasional Indonesia,” katanya usai membuka secara resmi pameran tetap koleksi Galeri Nasional Indonesia, di Jakarta, Rabu (7/10).
 
Pameran buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 09.00-16.00 WIB, kecuali Senin dan Hari Libur Nasional tutup. Pengunjung pameran tidak dikenakan biaya masuk. “Anak-anak Indonesia bisa datang tanpa biaya,” kata Menteri Anies.
 
Ruang pameran menempati Gedung B lantai 2 GNI, yang beralamat di Jalan Medan Merdeka Timur No.14, Jakarta. Penataan pameran berdasarkan periodisasi perjalanan seni rupa Indonesia. Kurator pameran adalah Suwarno Wisetrotomo dan Citra Smara Dewi.
 
Kepala Galeri Nasional Indonesia, Tubagus ‘Andre’ Sukmana menyampaikan, ruang pameran permanen ini menyajikan karya-karya seni rupa modern dan kontemporer, serta karya perupa internasional. Ruang pameran, kata dia, terbagi menjadi dua bagian. “Galeri pertama menampilkan karya mulai dari masa perintisan seni rupa modern Indonesia sejak era Raden Saleh,” katanya.
 
Koleksi lainnya di galeri pertama dari masa pra kemerdekaan hingga lahirnya akademi atau pendidikan tinggi seni. Sementara galeri dua menampilkan karya masa gerakan seni rupa baru tahun 70-an hingga karya kontemporer dalam berbagai media. 
 
Karya yang dipamerkan di antaranya terdapat karya Raden Saleh, S.Sudjojono, Affandi, Basoeki Abdullah, Hendra Gunawan, Srihadi Soedarsono, sedangkan koleksi internasional terdapat karya Kandinsky, Victor Vassarely, Hans dan Zao Wou-Ki.
 
Kurator Suwarno Wisetrotomo menyatakan, pihaknya harus menyeleksi secara tepat sebanyak 109 karya yang dianggap merepresentasikan perjalanan seni rupa Indonesia dari sebanyak 1.800 koleksi. Setiap karya, kata dia, memiliki sejarahnya sendiri. “Karya-karya ini ditampilkan dengan pendekatan linear historis untuk kepentingan edukasi,” katanya. (Agung.SW)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *