Lowongan dibuka s/d 17 Januari 2017

Pengalaman Kuliah di Jurusan Agroekonomi dan Hortikultura

Dengan segenggam benih saja...
kami sanggup beri makan dunia….

Sepotong lirik dari mars jurusan yang bernama dendang agronomi. Simpel yah? Ternyata dibalik itu semua, ada sebuah tugas untuk menjawab bagaimana makanan tersebut dapat tersedia, sampai meja lagi…
Yap, perkenalkan jurusan saya, agronomi dan hortikultura (AGH). Beberapa orang yang disurvey mengaku masuk ke jurusan ini karena nama jurusannya yang eye catching. Haha. Sebenarnya apa yang ada di dalam jurusan itu?
Secara umum,
Agronomi adalah ilmu yang mempelajari pengelolaan tanaman pertanian di lapangan dan lingkungan tumbuhnya untuk mencapai produksi yang tinggi dan lestari. Kita belajar banyak tentang mengolah tanah, menanam benih, proporsi pemupukan, memelihara tanaman dari hama (aww!) dan penyakit tanaman, sampai terakhir adalah panen. Yap, hanya sampai panen, kenapa? Karena kita butuh menanam lagi setelah memanen. (:
Kemudian pasangannya adalah Hortikultura, inget ya horti-kul-tura. Sepengalaman saya, masih banyak yang kesulitan menyebut kata ini. Belajar apa di sana? Definisinya dulu deh, adalah ilmu yang mempelajari pembudidayaan tanaman di kebun. Eits, beda lho dengan agronomi. Kalau konsep agronomi itu membudidayakan tanaman di lapangan (re: ladang, sawah) hortikultura sifatnya lebih intensif— dalam perawatan — dibanding agonomi.

Jadilah dua ilmu itu adalah ilmu yang saya pelajari di kuliah S-1 saya ini. Oke, kita nggak akan kuliah di tulisan ini. Hanya aja, masyarakat perlu tahu kenapa Indonesia butuh kumpulan mahasiswa yang mengambil jurusan ini. Pertama, manusia butuh makan, apapun jenisnya, terlepas dari produksi lokal atau impor. Kedua, makanan yang dimakan manusia sampai saat ini masih sama, tanaman dan hewan, kita butuh untuk menjaga ketersediaannya, kan? Ketiga, Indonesia masih punya tanah yang—katanya—subur, matahari—sebagai penyedia energi fotosintesis—sepanjang tahun, dan air. Selama ketiga alasan itu ada, manusia butuh mahasiswa yang belajar Agronomi dan Hortikultura. Well, dimanapun tempat dia belajar (:

Kalau kamu suka tanaman, ini tempat yang pas buat kamu bereksperimen dengan segala ide dan keanehan kamu. Yap yap. Kita belajar banyak tentang tanaman. Siapa yang peduli coba daun yang jatuh itu kenapa? Kalau kamu ngga belajar di agronomi dan hortikultura, kamu akan jawab, kena angin atau kesenggol. Eits, tapi kalau kamu anak sini nih, haha, kamu akan temui beragam fakta kalau ada enzim yang berpengaruh, ada hormon tumbuhan yang surut dan tinggi jumlahnya, ada… yahh detail banget kita harus tau. Kan sayang tanaman (:

Agronomi dan hortikulutra itu terlalu luas untuk dikuasai seluruhnya dalam jenjang S1 sob, kita mesti milih apa fokus kita ke depan. Ada 5 kebidangan yang bisa kamu pilih di jurusan ini:
1. Produksi tanaman
Berkaitan dengan kuantitas produksi tanaman di lapang. Artinya kamu fokus buat meningkatkan jumlah panen tanaman yang kamu budidayakan, kualitasnya, juga keberlangsungan produksinya. Lebih ke aspek perbaikan teknik budidaya sih, juga pengembangan budidaya tanpa tanah, dan budidaya organik.
2. Ekofisiologi tanaman
Di sini fokus kamu adalah memanipulasi lingkungan yang gak sesuai untuk pertumbuhan tanaman, menjadikan dia sesuai. Contohnya kamu menanam di lingkungan panas di jakarta, tapi tanaman kamu ngga bisa berbunga kalau lingkungannya panas. Nah, gimana caranya supaya tanaman itu mau berbunga, kamu yang bikin lingkungannya sesuai.
3. Genetika dan Pemuliaan tanaman
Yuhuu.. ini adalah bidang yang paling jadi favorit anak-anak Agh. Kalau kamu suka banget bereksperimen dan memimpikan buah mangga rasa melon. Ah, kamu bisa berkutat di bidang ini. Karena, tujuan adanya bidang ini yaitu untuk mengembangkan varietas unggul baru! Dengan cara meningkatkan daya hasilnya, perbaikan kualitasnya, atau perbaikan adaptasinya.
4. Bioteknologi tanaman
Kamu akan berkutat dengan sel-sel tumbuhan yang warnanya hijau dan gak jelas bentuknya, tapi, subhanallah, dia hidup gaaaiiss! Dia sedang berusaha mengubah diri jadi tumbuhan sempurna. Yapyap! Kultur jaringan dan rekayasa genetika, menjadi jalan untuk perbaikan kualitas, kuantitas, produktivitas tanaman.
5. Ilmu dan Teknologi benih
Benih (re: perbanyakan tanaman bentuk biji) andil besar dalam pertanian kita gaiss.. petani kan tanam benih, nanti panen. Tugas di bidang ini adalah peningkatan mutu benih itu dan menjaga ketersediannya. Jangan sampai petani gak nemu benih buat ditanam, karena, benih dari produksi khusus dan produksi sisa panen itu beda sob.

Dari kelima bidang tersebut, masing-masingnya berperan besar di bidang pertanian dan pangan di indonesia, bahkan dunia. Peluang karir untuk bekerja di bidang ini luas. Pertama adalah litbangtan (penelitian dan pengembangan pertanian), kementerian pertanian untuk mengambil kebijakan, dosen dan pengajar, perusahaan produksi sarana dan prasarana pertanian, perusahaan perkebunan, perbankan pertanian, LSM, dan yang paling menarik adalah wirausaha pertanian. Lulusan Agh dibutuhkan di sana, pilihan ada di kamu mau ke mana (:
Sepertinya itu semua, terima kasih, kamu sekarang telah mengenal Agronomi dan Hortikultura (:
Expectation versus Reality

Expectation: berada di kebun penuh bunga warna warni, memetik buah-buahan dan sayur-sayuran. Bersih, rapi, indah. Pakai baju warna-warni dan semilir angin di kebun.
Reality: nyangkul, nyabut gulma, nyiram pakai gembor 5L (alat penyiram tanaman). Keringet, berotot, bugar. Hahaha. Setelah itu baru deh, melihat bunga-bunga, memetik buah dan sayur mayur. Meski tetap keringetan. Tapi banyak temen kok! (:
(*)
Eska Ayu Wardani | @eskacang
Agronomi dan Hortikultura 2012, IPB
[email protected]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *