Lowongan dibuka s/d 17 Januari 2017

Pengalaman Kuliah Jurusan Hubungan Internasional

 

Kemeja putih plus dasi dengan balutan jas hitam atau blazer, keliling dunia sampai bosan, menghadiri acara kenegeraan, terus apalagi? Hubungan Internasional (HI) itu beyond your expectation, di luar perkiraanmu. Sebagian mungkin tahunya kalau anak HI bakal jadi diplomat atau duta besar.

Mungkin judul cerita ini agak berlebihan, tapi saya bisa bilang program studi ini mempelajari hampirseluruh cabang ilmu sosial. Mulai dari Politik dan Keamanan beserta isu-isunya, Ekonomi, Hukum, Administrasi, Sastra (Jerman, Perancis, Rusia, Mandarin, Jepang, dll.), Filsafat, dan tentunya fenomena hubungan internasional dari dulu hingga saat ini.
Jadi, HI nggak fokus dong?

Errr.. istilahnya kita itu Jack of All Trades (bisa semua). Coba bayangkan, teman-teman bisa paham banyak hal sekaligus dan nyambung mengobrol sama teman-teman lintas ilmu. Contohnya, dengan temanmu yang belajar Hukum. Anak HI juga belajar Pengantar Ilmu Hukum, Hukum Internasional, Hukum Perdata, dan Hukum Humaniter.
Bayangkan lagi ketika kamu sedang berdiskusi dengan temanmu dari jurusan Ekonomi. Kamu bisa nyambung dengan diskusi mereka karena anak HI juga mempelajari Pengantar Ilmu Ekonomi, Kewirausahaan, Bisnis Internasional, dan Hubungan Perdagangan Global.
Begitu juga ketika kamu ketemu teman-temanmu yang kuliah di jurusan Ilmu Pemerintahan, Administrasi, Ilmu Politik, atau Administrasi Negara. Setidaknya kamu sudah punya dasar-dasar keilmuan mereka, karena anak HI juga dapat kuliah Dasar-dasar Ilmu Politik, Dasar-dasar Ilmu Sosial, dan Pengantar Ilmu Administrasi.

Selain itu, HI juga mempelajari fenomena yang ada di lingkungan kita saat ini seperti Resolusi Konflik, Migrasi Internasional, Gender dan Feminisme dalam hubungan internasional, kerjasama regional, Organisasi Internasional, sejarah dan perkembangan HI di Eropa, Amerika, Afrika, Timur Tengah, dan Asia Pasifik.

Semua bakal epic pas kejadian kamu lagi temu kangen sama teman-teman lama dimana kamu bisa nyambung sana-sini dan mengalir kayak air. Tapi jangan jadi sombong juga ya! Semakin banyak ilmu yang kamu dapet bakal lebih baik kalau dipakai untuk berbagi daripada disombongkan, betul?
Hubungan Internasional memang sepantasnya mempelajari hal-hal yang sudah disebutkan di atas. Karena bila kita berbicara soal “hubungan” maka tentu ada interaksi antara aktor-aktor yang terlibat dimana aktor-aktor tersebut sifatnya “internasional”. Dulu, “internasional” ini diartikan sebatas hubungan antarnegara saja, namun sekarang tidak hanya antarnegara bisa terjadi interaksi lintas batas kewilayahan, melainkan termasuk aktor-aktor yang lebih kecil seperti perusahaan, organisasi non-pemerintahan (NGO), hingga individu sekalipun.

Oleh karena itu, dengan mempelajari hampir semua ilmu sosial, setidaknya kita memiliki pengetahuan untuk membaca interaksi yang terjadi dan setidaknya mempermudah untuk menjelaskan interaksi tersebut dari berbagai sisi.

Bagaimanapun, tidak semua anak HI bakal otomatis jadi diplomat dan duta besar. Actually, it’s a long way to go. Karena kita mempelajari kulit dari cabang-cabang ilmu sosial, kita akan berpengetahuan sangat luas. Setidaknya, apapun profesi kita nanti, kita tidak mudah diperdaya orang lain.
Mengutip perkataan dari Irman G. Lanti, Assistant Country Director/Team Leader Democratic Governance Unit UNDP Indonesia, dalam Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional Se-Indonesia,

“Sebaiknya para lulusan Hubungan Internasional tidak hanya berpikir untuk menjadi diplomat. Ada banyak profesi lain di luar itu. Jika semua lulusan fokus untuk menjadi diplomat atau bekerja di Kementerian Luar Negeri, maka sangat mungkin akan banyak tercipta pengangguran terpelajar.”
Terkadang yang ingin masuk HI awalnya menginginkan jadi diplomat namun faktanya justru lulusan-lulusan HI lebih banyak yang terserap di sektor lain selain bekerja di Kementerian Luar Negeri. Banyak yang menjadi peneliti, bekerja di instansi pemerintah di bagian Kerjasama Luar Negeri, ada juga yang menjadi Staff Ahli Kepresidenan, dan masih banyak lagi.

Yang terpenting adalah tidak berpikiran sempit, dan bebaskan semua potensi dirimu! Semua hal yang kamu pelajar di HI adalah proses penemuan panggilan jiwa dan yang menentukan apa yang jadi setelah itu tetaplah diri kita sendiri. HI mempermudah dirimu untuk “mewarnai” perjalanan hidup. Karena kamu punya pandangan yang luas dan global
(*)
Mahran Ghalib Affandi | @mahrangaffandi
Hubungan Internasional 2013, Unpad
[email protected]

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *