Pengalaman Kuliah Jurusan Keperawatan

 

Di usia 17 setelah melewati masa SMA yang menyenangkan, ada sedikit waktu untuk membuat keputusan dalam melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya. Saya yang baru saja lulus ini ingin berbagi gambaran kuliah di keperawatan. Sebelum lebih lanjut, saya akan sedikit menjelaskan apa itu keperawatan dan apa itu perawat.

Keperawatan adalah ilmu yang mempelajari cara merawat manusia secara bio-psiko-sosial dan holistik. Sedangkan perawat adalah orang yang berperan untuk memberikan pelayanan keperawatan secara bio-psiko-sosial.

Selama belajar di keperawatan kita akan belajar how to care human. Hal inilah perbedaan mendasar tentang perawat dan profesi yang lain. Misalnya, dokter menekankan pada curing—memberikan serangkaian terapi untuk menyembuhkan tanda dan gejala—sedangkan perawat akan memberikan perawatan bergantung dengan respon klien. Penjelasan di atas tidak menafikan bahwa pekerjaan perawat dan dokter itu terpisah namun kolaboraasi tetap dibutuhkan dan selalu dilakukan.
Kuliah di keperawatan akan memberikan pelajaran mengenai patofisiologi tubuh manusia. Tentu ini sangat menarik bagi teman-teman yang sangat menyukai biologi. Selain itu, kita juga belajar mengenai psikologi dan perubahan yang terjadi. Komunikasi lintas budaya juga menjadi materi di keperawatan. Selama di keperawatan kita tidak hanya duduk di bangku kuliah namun juga praktik langsung ke rumah sakit atau komunitas dengan tujuan mengenal pasien kita.
Kuliah keperawatan ditawarkan di dua jenjang berbeda, yaitu D-3 dan S-1. Jenjang D-3 akan menekankan pada kemampuan dan keterampilan perawat. Sedangkan pada jenjang S-1, ditekankan kemampuan kritis untuk memutuskan tindakan keperawatan dengan menerapkan teori dan konsep serta kemampuan manajerial. Kuliah  S-1 akan ditempuh selama 8 semester atau 4 tahun. Selanjutnya untuk mendapatkan ijin keprofesian, calon perawat harus melanjutkan praktik klinik selama 2 semester (kalau buat calon dokter disebut koas). Selama kuliah, saya sendiri mendapatkan pengalaman luar biasa dari dosen-dosen di Fakultas Ilmu Keperawatan UI dengan pengalaman luar negeri dan dalam negeri meraka yang mumpuni. Mahasiswa keperawatan diajarkan untuk caring dan cerdas dalam mengambil keputusan. Kami semua belajar dengan problem-based learning atau belajar memecahkan kasus. Diskusi kelompok dan fasilitator sangat membantu dalam proses belajar.
imageJika kamu adalah orang yang sangat peduli, sabar, dan senang dengan dunia kesehatan, keperawatan adalah salah satu jawabannya. Lalu, bagaimana peluang dunia kerja lulusan keperawatan? Saat ini dan ke depannya, perawat dan tenaga kesehatan sangat banyak dibutuhkan dan akan diapresiasi lebih tinggi. Banyak sekali rumah sakit yang membutuhkan perawat. Selain itu peluang bekerja di luar negeri dengan gaji 5-10 kali lipat dari dalam negeri juga sangat besar. Negara-negara eropa saat ini membutuhkan banyak sekali “pasokan” perawat. Selain menjadi perawat, peluang untuk menjadi dosen, bekerja di kementerian kesehatan atau dinas kesehatan, dan menjadi peneliti juga terbuka. Tentu saja terlepas dari semua lowongan pekerjaan, sesungguhnya mengabdi dan touch the human with caring adalah poin terpenting di jurusan ini.
 (*)
Nahla Jovial Nisa | @nahlajovial
Keperawatan 2009, Universitas Indonesia

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *