Pengalaman Kuliah Jurusan Matematika

 

Matematika, dalam definisi saya, bukan termasuk dalam klasifikasi ilmu pengetahuan (sains). Matematika itu lebih sederhana dari sains. Dia adalah gerbang awal menuju sains.
Selama saya kuliah di Matematika, setiap harinya “selalu” ada hal baru. Mungkin pada awalnya orang-orang akan berfikir Matematika itu apa sih 1 + 1 = 2—selesai. Tapi, saya bisa bilang kalau 1 + 1 = 2 itu bukan Matematika. Itu cuma manfaat dari Matematika.
Dalam studi Matematika kita mengenal empat studi arah keilmuan:
1)      Analisis | Ini bidangnya orang orang keren. Kita tahu kalau 1+1 =2, tapi orang analisis jauh lebih kritis yaitu mengapa 1+1 =2? Yakin 1+1 =2?, 1+1=0 lho…
2)      Aljabar | Ini bidangnya orang-orang yang sangat pintar. Persoalan matematika itu abstrak tetapi oleh para orang aljabar jadi seperti nonton Film.
3)      Aktuaria dan Statistika | Kalau ini bidangnya orang-orang hebat. Kenapa di media kemarin pas Pilpres bisa ada hasil survei yang memenangkan semua pihak? Ini bidang mereka. Gak tanggung-tanggung, orang aktuaria dan statistika ini sakti seperti Jaya Baya bisa meramalkan masa depan.
4)      Matematika Terapan | Ini tempatnya orang-orang kreatif dan usil. Seperti namanya, studi ini tentang penerapan matematika itu sendiri. Kebetulan saya sendiri terjun di bidang Matematika Terapan. Matematika Terapan bisa dibawa ke Fisika, Elektro, Industri Ekonomi, dan lain-lain.
Kalau kamu bertanya tanya prospek ke depan di jurusan ini, saya jawab, “Tak ada prospeknya!” Suram. Kenapa??? Karena kamu tidak akan pernah tahu kalau kamu belum pernah mencoba. Dan kalau cuma coba-coba mending gak usah. Pelik.

Kenapa saya bilang demikian? Karena Matematika adalah studi keilmuwan yang bisa diterapkan kemana saja, kapan saja, tergantung kamunya sendiri. Dalam Matematika, kita tidak diajarkan apa-apa melainkan bagaimana mengurai masalah dan menemukan solusinya. Misal, dalam pengendalian  kualitas suatu produksi, kita akan menganalisa apa batasan masalahnya, bagaimana sistem bekerja, dan bagaimana bentuk model pengerjaan, sistem sistribusinya, keuntungan tiap distribusi, dan peramalan distribusi beberapa tahun kedepan.

Karena Matematika adalah studi yang sangat fleksibel dan lulusannya mempunyai peluang besar memosisikan diri di pekerjaan, wajar studi ini memiliki tingkat kesulitan yang tidak biasa. Namun, dengan kapasitas diri untuk sabar dan rajin, kamu pasti bisa melaluinya dengan sukses.
(*)
Andy Riyan
Matematika, State Islamic University Yogyakarta

Pencarian :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *