Lowongan dibuka s/d 17 Januari 2017

Pengalaman Kuliah Jurusan Perbankan Syariah (Ekonomi Syariah)

 

Saya tidak pernah terpikir akan berkuliah di jurusan ini. Karena saya berasal dari jurusan IPA sebuah SMA Negeri di Bekasi. Sedari awal ditanyai oleh guru Bimbingan dan Konseling saya memang selalu berubah-ubah pilihan. Dari MIPA, Akuntansi, Kesehatan Masyarakat hingga Teknik Informatika yang saat itu sangat ingin saya pilih. Hingga pada suatu hari saat kelas XII saya membaca sebuah berita di koran. Waktu itu saya masih aktif di sebuah organisasi karena memang masih menjabat sebagai ketua organisasi terebut. Saat itu pula karena kurang serius belajar, saya tidak lolos di beberapa Ujian Masuk Mandiri beberapa universitas. Isi koran tersebut kurang lebih sebagai berikut “Perbankan Syariah berpotensi akan terus maju lima tahun ke depan”. Saya baca artikel dalam koran tersebut dan seksama. Lalu saya berpikir, pasti akan banyak dibutuhkan SDM untuk mengisi pos-pos di perbankan syariah. Dari sana saya mulai mencari informasi tentang jurusan Perbankan Syariah di universitas.

image Saya menemukan jurusan Perbankan Syariah di buku panduan pelaksanaan UMB-PTN. Saat itu hanya 5 universitas dan 4 jurusan yang boleh dipilih. Saya memilih Akuntansi UI, Kesehatan Masyarakat UI, Perbankan Syariah UIN Jakarta, dan Fisika UNJ. Walaupun bukan di urutan pertama, tapi seolah hati saya sudah terpaut dengan jurusan tersebut. Namun saya juga mendamba menjadi mahasiswi Akuntansi UI 🙂 Takdir Allah selalu menemukan jalannya. Saat pengumuman UMB-PTN saya diterima di Perbankan Syariah UIN Jakarta. Alhamdulillah, ucap saya.
Saya pun baru mulai mencari tahu tentang jurusan tersebut setelah melewati masa orientasi mahasiswa. Jurusan Perbankan Syariah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berada di naungan Program Studi Muamalat (Ekonomi Islam) dan Fakultas Syariah dan Hukum. Jurusan Perbankan Syariah sendiri baru ada sekitar tahun 2002. Namun program studi Ekonomi Islam sudah ada sejak UIN Jakarta berdiri. Hanya belum dipecah menjadi Perbankan Syariah, Asurani Syariah dan Manajemen Zakat, Infaq, dan Wakaf (ZISWAF). Saya mengetahui bahwa jurusan perbankan syariah di UIN Jakarta merupakan jurusan prbankan syariah pertama di universitas negeri. Yang kemudian disusul oleh UI, IPB, UGM, UNS yang baru-baru ini membuka jurusan tersebut. Hal ini tentu saja dikarenakan diperlukannya SDM yang berkualitas yang akan memperjuangkan ekonomi Islam di kancah perekonomian Indonesia. Karena yang terjadi saat ini, SDM di perbankan syariah hanya diisi oleh SDM ‘karbitan’ dari perbankan konvensional yang kemudian dilatih ilmu perbankan syariah. Pelatihannya pun tidak komprehensif sehingga masih banyak ditemukan SDM yang kurang kompeten dalam perbankan syariah.
Perbankan Syariah sendiri ada di Indonesia pada tahun 1992 dengan ditandai berdirinya Bank Muamalat Indonesia. Setelahnya muncul bank-bank syariah yang lain hingga mencapai 11 bank syariah dan puluhan unit usaha syariah. Dari 11 bank tersebut adalah spin-off  atau yang sudah berlepas diri dari bank konvensional. Sebut saja Bank BNI Syariah, BRI Syariah, Syariah Mandiri, dan lainnya. Perbankan Syariah melaju dengan cepat dan tidak tergoyahkan dengan keadaan ekonomi global yang masih memakai bunga. Dalam goncangan ekonomi tahun 2008 yang penyebab utamanya adalah Kredit Rumah di Amerika, perbankan syariah tetap stabil. Bahkan terus meningkat dari hari ke hari. Sedangkan bank konvensional banyak yang kolaps dan akhirnya gulung tikar. Hal ini membuktikan perbankan syariah adalah solusi bagi perekonomian dunia saat ini. Karena kekokohanyya dalam melewati fenomena global diatas. Bahkan kampus sekelas Harvard University dan Oxford University membuka kelas khusus bagi mahasiswanya yang ingin belajar lebih lanjut tentang Ekonomi Islam.
Di UIN Jakarta, jurusan perbankan syariah adalah jurusan kedua terfavorit setelah jurusan Pendidikan Dokter dalam SPMB Mandiri UIN Jakarta selama 2 tahun belakangan. UIN Jakarta membuka 6 kelas pada tahun 2009 hingga 2012. Namun diperkecil kuotanya hanya menjadi 4 kelas untuk tahun selanjutnya. Dengan gelar untuk lulusannya yaitu S.E.Sy.. Saat ini jurusan perbankan syariah berada pada naungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Karena di Fakultas Syariah dan Hukum hanya akan menjadi Hukum Ekonomi Islam.  Setelah sekitar 10 semester saya habiskan menimba ilmu, saya lulus bulan Mei kemarin dengan nilai memuaskan. Ada beberapa hal yang membuat saya harus meminta semester tambahan untuk memperdalam studi saya. Namun hal tersebut tetap saya syukuri karena banyak sekali pembelajaran yang saya dapatkan dengannya. Saat ini saya sedang mengaktualisasikan diri pada sebuah bank syariah yang berpusat di Jakarta. Preferensi perbankan syariah untuk memilih SDM dari jurusan perbankan syariah pun sudah besar. Terbukti banyak teman-teman saya sedang meniti karir di perbankan syariah. Ini membuktikan jurusan ini tak lagi dipandang sebelah mata. Maka akhir kata, jangan takut mengambil jurusan ini.
(*)
Eka Widyaningtias | @widyatyaz
Perbankan Syariah, UIN Jakarta
[email protected]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *