Pengalaman Kuliah Jurusan Sastra Jepang

 
^Orenji,istilah khusus untuk festival kebudayaan jepang,yang diaadakan setiap tahunnya oleh mahasiswa/mahasiswi sastra jepang Undip, atau dikampus lain lebih dikenal dengan nama bunkasai.
Tidak sedikit orang yang meremehkan jurusan Sastra Jepang ini karena memang tidak banyak orang yang memiliki minat di bidang sastra/bahasa asing. Tidak seperti teman-teman pada umumnya yang tergila-gila masuk jurusan-jurusan favorit kayak kedokteran, hukum, akuntansi, dll..
Hal itulah yang dulu saya rasakan ketika sekolah, dari kecil saya ingin sekali jadi dokter, dan ketika SMA saya sangat mencintai kimia, hingga ingin jadi apoteker. Loh kok cita-citanya ganti?
Tapi takdir berkata lain. Setelah beberapa kali mencoba berbagai tes masuk perguruan tinggi termasuk yang punya ikatan kedinasan dan beberapa kali gagal, akhirnya, saya “menerima” hasil SNMPTN jalur ujian tulis tahun 2012. Saya diterima di jurusan Sastra Jepang ini. Tiga tahun belajar IPA, berakhirlah sudah. Tidak, saya tidak sedih karena masuk jurusannya anak IPS. Walaupun terkadang saya merasa rindu dan ingin sekali belajar Kimia lagi, perasaan itu hilang terbawa segala kesenangan di dalam Sastra Jepang. Yeay! Lah emang ada apa?
Sastra Jepang adalah jurusan yang tak hanya membahas semua tentang bahasa Jepang saja, tapi juga bisa belajar banyak tentang kebudayaan, gaya hidup, dan basicallysemua tentang Jepang.

Don’tworry! Kamu tidak harus bisa bahasa Jepang saat pertama kali masuk kuliah kok. No, no, no! Saya juga sama sekali belum pernah belajar bahasa Jepang saat diterima di jurusan ini, hehe. Karena di sini kita bakalan diajarin bahasa Jepang dari dasar. Kalau di Jepang sih kayak pelajaran anak kelas satu SD >.<

Di Sastra Jepang, kita bakalan belajar dari huruf-huruf katakana dan hiragana, lalu lanjut ke huruf kanji yang lebih mirip karakter Mandarin. Terus kamu bakalan diajarin grammar-nya yang disebut bunpo. Ada mata kuliah choukaiatau listening comprehention, ada dokkai atau reading comprehention, dan tidak ketinggalan ada kaiwa untuk conversation. Struktur mata kuliahnya mirip-mirip deh dengan kuliah Bahasa Inggris. Ada tata bahasa, membaca, berbicara, dan mendengar. Tidak cuma itu, ada juga mata kuliah yang asik banget, kayak mata kuliah kebudayaan (nihon jijou), komputer jepang, kajian drama (engeki), kajian puisi (shiika), dan terjemahan (honyaku).
Di mata kuliah kebudayaan, kamu bisa tahu banyak soal budaya Jepang, dari tariannya, makanannya, upacara-upacara atau hari-hari besarnya, dan masih banyak lagi.

Kamu pasti penasaran kan, bagaimana cara mengetik dengan huruf Jepang? Nah, di mata kuliah Komputer Jepang ini kamu bakalan diajarin bagaimana cara mengetik tategaki (dari atas ke bawah), yokogaki (dari samping kiri ke kanan), berbagai aplikasi, dan lain sebagainya.
Bagi kamu yang suka banget sama teater, mungkin mata kuliah Kajian Drama dan Kajian Puisi bisa jadi mata kuliah andalan kamu. Tidak cuma itu, kamu bakalan dimanja dengan mata kuliah Terjemahan, karena di mata kuliah ini kamu bakalan nerjemahin berbagai macam cerpen, cuplikan novel, dan yang paling asik nerjemahin komik. Termasuk Naruto loh!

“Keistimewaan” Sastra Jepang dan yang bikin beda dari jurusan lain adalah mahasiswa tidak diberatkan soal makalah, penelitian, praktikum plus laporannya, dll.. Sedikit tugasnya dan cara belajarnya seperti di SMA. Tidak jarang kami menyanyi, menari, menonton film bareng pas di kampus. Hitung-hitung belajar sambil senang-senang, hehe                                

Setiap tahunnya, kamu akan dimanja dengan festival kebudayaan jepang di kampus. Terus ada saja orang Jepang yang suka datang ke kampus. Ada juga pengajar yang asli orang Jepang (nihon jin) loh. Jadi, kita bisa langsung tahu bagaimana cara berbicara dengan aksen yang benar.
Yang paling penting, kamu bisa bekerja sesuai minat kamu. Misalnya kamu senang banget baca komik, kamu bisa kerja sebagai penerjemah manga (komik), atau penerjemah anime (film kartun Jepang), atau bidang yang lebih serius lagi kayak bekerja di kedutaan besar.

Jadi, tidak ada alasan buat kamu yang masih ragu buat memilih jurusan yang kamu inginkan dan kepentoksaat ditanyai seputar pekerjaan nantinya. Setiap orang kan punya rezekinya masing-masing. Jadi, jangan takut ya! Tinggal kitanya saja yang harus berusaha.
(*)
Diana Aprilia | @dianahermawan29
Sastra Jepang 2012, Universitas Diponegoro
[email protected]
Line ID: dianacen29

Pencarian :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *