Lowongan dibuka s/d 17 Januari 2017

Pengalaman Kuliah Jurusan Teknik Mesin

 

Bagi mahasiswa ataupun masyarakat umum sudah tak asing lagi mendengar kata teknik mesin. Saat mendengar teknik mesin mayoritas orang-orang akan berpikir; mobil, sepeda motor, bongkar mesin, laki-laki, keras, dan sebagainya. Jika kata-kata tersebut yang terlintas saat mendengar kata teknik mesin maka benar bahwa lingkungan teknik mesin tak lepas dari hal-hal tersebut. Namun kata-kata di atas juga tidak seutuhnya tepat menggambarkan teknik mesin. Sehingga di masyarakat umum terjadi ketimpangan presepsi terhadap mahasiswa teknik mesin. Misalkan, ketika ada mobil atau sepeda motor yang rusak maka mahasiswa teknik mesin akan menjadi sasaran solusi.

Untuk mengembalikan persepsi yang benar terhadap mahasiswa teknik mesin, sangat diperlukan edukasi serta informasi kepada calon-calon mahasiswa teknik mesin agar jangan sampai terjadi salah jurusan ketika kuliah.
Pertama, perlu diklasifikasikan persepsi-persepsi masyarakat saat ini berdasarkan tingkatan pendidikan.

1. SMK (terutama jurusan teknik mesin)
Lulusan SMK terutama dengan lingkup jurusan teknik mesin (seperti produksi, otomotif, dan pengelasan) dibekali kemampuan menggunakan alat produksi serta dibekali kemampuan memperbaiki beberapa mesin yang dekat dengan masyarakat. Dan lulusan SMK dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang universitas di jurusan teknik mesin, karena apa yang dipelajari di SMK dan perkuliahan hampir sama. Lulusan SMK diharapkan dapat langsung terjun ke dunia kerja karena pada salah satu bagian pendidikan SMK terdapat magang industri.

2. Tingkat D-3 (Diploma untuk jurusan teknik mesin)
Pada tingkatan D-3, mahasiswa dibekali kemampuan menggunakan mesin pada tingkat mahir sebagai operator teknis mesin, serta diberikan kemampuan menganalisis masalah pada mesin.

3. Tingkat S-1 (Strata-1 untuk jurusan teknik mesin)
Mahasiswa S-1 teknik mesin dibekali hal-hal prinsip pada setiap benda yang bergerak secara fisik. Dalam komposisinya, teknik mesin S-1 lebih kepada teori dibandingkan dengan praktikum, dan SMK serta D-3 lebih ditekankan pada praktikum. Maka, tidak semua mahasiswa teknik mesin bisa memperbaiki mobil atau sepeda motor karena tidak dibekali keahlian tersebut. Namun tentu akan menjadi nilai plus jika mahasiswa mesin dapat melakukan pekerjaan SMK dan D-3. Walaupun tidak semua mahasiswa mesin dapat memperbaiki mobil atau sepeda motor, mahasiswa mesin harus mampu dan paham dalam menangani atau menganalisis permasalahan prinsipil pada mobil atau sepeda motor seperti prinsip motor bakar yang digunakan, struktur rangka kendaraan atau material yang digunakan. Untuk tingkat S-1 dibutuhkan kualifikasi ilmu fisika, matematika, serta kimia.
Pada jurusan teknik mesin S-1, terdapat empat bagian kompentensi

Konstruksi/Perancangan
Dalam membuat suatu mesin, hal yang terpenting dilakukan adalah merancang mesin yang akan dibuat. Tergantung kepada kebutuhan, serta spesifikasi yang diinginkan. Pada kompetensi perancangan, semua aspek perencanaan dibuat se-detail mungkin. Dari perhitungan dimensi mesin sampai dengan material yang digunakan. Biasanya keluaran dari konstruksi adalah gambar teknik atau gambar detail komponen mesin sehingga akan memudahkan bagian produksi untuk memanufaktur rancangan. Sebagai contoh, dalam membuat meja kayu. Sebelum menggergaji kayu atau memaku yang perlu dilakukan adalah mendesain rancangan, ditentukan berapa ukuran tebal kayu, lebar kayu, serta bentuk meja yang diinginkan. Dalam menentukan panjang dan lebar balok kayu yang digunakan tentu perlu dihitung kekuatan kayu tersebut. Dengan menghitung kekuatan kayu, maka dapat ditentukan berapa dimensi/ukuran panjang dan lebar balok kayu yang digunakan sehingga meja yang dibuat dapat menahan beban yang diemban oleh meja saat penggunaan sehingga aman digunakan.
image Sumber: http://www.gradschools.com/
Material/Metalurgi
Setiap benda dimuka bumi tersusun dari atom-atom yang membentuk susunan kimiawi pada suatu zat. Dalam dunia mesin, mayoritas material yang digunakan adalah material yang mempunyai fisik keras seperti logam, keramik, komposit dan yang lainnya. Pada kompetensi material, diperlukan ilmu kimia serta ilmu fisika yang menjadi dasar dalam merancang material yang dibutuhkan untuk suatu konstruksi mesin.
Konversi Energi
Hukum kekekalan energi yang berbunyi, “Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan” menjadi dasar dari kompentensi konversi energi. Kompetensi konversi energi fokus merubah dari satu bentuk energi ke bentuk lainnya. Seperti bensin (energi kimia) diubah menjadi energi gerak di motor bakar, energi angin diubah menjadi energi listrik menggunakan turbin angin dan mesin konversi lainnya. Kompetensi ini fokus pada perancangan mesin pengkonversi energi seperti motor bakar, turbin, dan mesin lainnya, termasuk soal fluida pendukung mesin tersebut.
Produksi/Manufaktur
Salah satu bagian kompetensi dalam teknik mesin adalah kompetensi produksi. Produksi/manufaktur adalah proses merubah bahan baku menjadi barang jadi/produk. Dimana terjadi proses perubahan nilai bahan mentah menjadi barang jadi. Untuk meningkatkan nilai guna bahan baku tentu dilakukan proses produksi. Sebagai contoh, dalam membuat sebuah meja. Dilakukan peningkatan nilai kayu (bahan baku) menjadi barang jadi (meja). Proses peningkatan nilai guna tersebut dilakukan perancangan meja termasuk desain dimensi meja, lalu dilakukan tahap perencanaan kerja seperti pemotongan kayu (penggergajian), pengamplasan, perakitan, dan pengecatan. Seluruh tahapan dari perencanaan kerja sampai dengan pengecatan adalah tugas dari bagian kompetensi produksi.
Empat kompetensi bidang teknik mesin diatas harus dikuasai oleh lulusan teknik mesin.
 Jika masuk jurusan teknik mesin S-1, setelah tamat jadi apa???
Lowongan pekerjaan untuk dunia teknik sangat luas terlebih lagi teknik mesin. Dari industri-industri sampai dengan perbankan dapat dimasuki oleh sarjana teknik mesin. Jika dianalogikan, teknik mesin seperti sebuah kolam yang luas. Sedangkan, teknik nuklir, teknik elektro, teknik industri, dan yang lainnya seperti sumur yang kecil tetapi dalam. Bidang keilmuan teknik mesin sangat luas, hampir semua keahlian pada jurusan teknik lainnya dipelajari di teknik mesin, seperti elektronika dipelajari di teknik mesin, konstruksi seperti di jurusan teknik sipil juga dipelajari, teknik material juga dipelajari, sampai dengan manajemen industri dari jurusan teknik industri juga dipelajari. Hal ini berarti cakupan jurusan teknik mesin sangat luas, namun tidak mendalam seperti jurusan teknik lainnya. Hal ini memungkinkan sarjana teknik mesin dapat memasuki berbagai lapangan pekerjaan.
Apakah wanita bisa masuk teknik mesin dan bagaimana lapangan pekerjaan wanita bersarjana teknik mesin?
Sangat bisa, bahkan beberapa kampus di Indonesia mempermudah jalur masuk untuk wanita, karena hampir semua jurusan teknik mesin di Indonesia memiliki jumlah wanita yang sedikit. Dalam lapangan pekerjaan, lowongan pekerjaan untuk wanita bergelar sarjana teknik mesin juga sangat luas, baik di dunia industri maupun di dunia kerja lainnya.
imageSumber: http://www.topuniversities.com/
Namun secara filosofis, kerja lulusan teknik mesin adalah merekayasa (engineering) alam. Alam adalah sesuatu yang mutlak dan tidak dapat dilawan. Karena alam adalah bentuk kuasa Tuhan. Dengan kemampuan manusia yang terbatas, maka manusia harus hidup sesuai dengan alam. Tugas lulusan teknik mesin adalah merekayasa kemutlakan alam tersebut. Misalnya, pada proses pengaratan/korosi. Setiap logam/metal di muka bumi ini pasti akan terkorosi, maka para engineer merekayasa kondisi tersebut dengan melapisi, memberi logam umpan, atau merubah struktur material.
(*)
Rahim Isnan Al Hilman | @rahimisnan
Teknik Mesin 2009, Universitas Andalas
[email protected]

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *