Lowongan dibuka s/d 17 Januari 2017

Pertanyaan yang Biasa Muncul di Wawancara Beasiswa

Hello guys, ketemu lagi nih, maaf yah baru bisa ngeposting lagi. untuk posting kali ini saya akan membahas tentang salah satu tahapan seleksi beasiswa LPDP yaitu seleksi wawancara..
Terlebih dahulu saya ingin sampaikan permohonan maaf kepada teman-teman yang telah mengirimkan email ke saya, namu baru beberapa saat yang lalu saya balas. Moga kedepannya saya bisa membalas email teman-teman lebih cepat.

Selain permintaan maaf, saya juga ingin menyampaikan sedikit disclaimer tentang posting saya tentang beasiswa LPDP, posting ini murni adalah pengalaman saya. Mungkin pengalaman orang lain berbeda, maka dari itu, posting ini tidak dapat dijadikan patokan untuk melakukan pendaftaran LDPD. Namun saya berharap posting ini, dapat memberikan inspirasi bagi teman-teman yang ingin mendaftar beasiswa LPDP khususnya Beasiswa Pendidikan Indonesia Jalur Afirmasi.

Seperti yang saya jelaskan pada posting sebelumnya, setelah teman-teman dinyatakan lulus seleksi dokumen, langkah selanjutnya adalah seleksi wawancara. Pengumuman lolos seleksi dokumen langsung dikirimkan ke masing-masing email pendaftar, oleh karena itu, yang tidak mendapatkan email tersebut, kemungkinan dinyatakan tidak lulus.

Tahap wawancara biasanya dirangkaikan dengan tahap LGD (Leaderless group discussion). pada posting ini, saya hanya akan membahas tahap wawancaranya, tahap LGD akan saya tulis pada posting yang lain.

Tahap seleksi wawancara saya berlangsung di gedung rektorat Universitas Hasanuddin Makassar, pada hari sabtu 7 Juni 2014 pukul 10.00 – 10.45. Karena proses wawancara dirangkaikan dengan proses LGD maka ada beberapa peserta yang mendapat giliran wawancara dan LGD di hari yang sama, ada pula yang mendapatkannya di hari yang berbeda. Untuk saya sendiri, wawancara dilakukan pada hari sabtu, dan LGD dilakukan pada esok hari.

Proses wawancara dan LGD berlangsung selama 2 hari, semua peserta wajib datang di hari pertama dikarenakan terdapat proses verifikasi berkas. Nah, seperti yang saya sebutkan di posting sebelumnya, semua kelengkapan berkas yang diupload/dikirmkan ke LPDP harus perlihatkan ke tim verifikator, seperti Ijazah, Sertifikat TOEFL/IELTS, transkrip nilai, form pendaftaran, surat pernyataan, dan surat rekomendasi.

Untuk bukti prestasi seperti lomba, dan bukti surat SK kepengurusan dalam organisasi, LPDP tidak memintanya pada saat verifikasi berkas. Namun saya sarankan untuk tidak melakukan kecurangan dengan menyebutkan kualifikasi keorganisasian namun seberna fiktif. Karena pada saat wawancara, kalo ketahuan, bakalan mampus lah.. 🙂

Pada hari pertama, acara dimulai dengan pembukaan oleh tim dari LPDP dan pihak Universitas Hasanuddin. Pihak LPDP diwakili oleh bapak Kamaluddin dan Ibu Ratna Prabandari, sedangkan Unhas diwakili oleh Asisten Rektor 3, hhmmmm, saya lupa namanya… (hehehe)
Pembukaan yang sebetulnya direncanakan pukul 7.30, ternyata molor hingga pukul 8.05. Namun pembukaan berjalan lancar, pembukaan yang disampaikan oleh Ibu Ratna Prabandari dan Bapak Asisten Rektor sangatlah hebat, menggugah hati dan membuat lapar (lol), yah bagaimana tidak, dengan perut kosong keroncongan, saya pergi dari rumah di pusat kota Makassar yang berjarak sekitar 25 km dari Universitas Hasanuddin dengan sepeda motor yang sudah semestinya dipensiunkan (Baca: motor butut/tua/rusak).

Setelah acara pembukaan, pihak LPDP menempelkan beberapa lembar kertas yang berisi jadwan Wawancara dan LGD, jadi teman-teman yang mendapat jadwal hari ini dapat menuju ke ruang yang telah ditentukan. Karena saya kebagian hari pertama wawancara dan hari kedua LGD, saya langsung menuju ke lantai 5, tempat saya akan diwawancarai.

Jika teman-teman punya waktu untuk mengobrol dengan peserta lain sebelum wawancara, saya sarankan untuk melakukannya dengan tujuan untuk menanyakan kemungkinan pertanyaan dan pastinya merilekskan diri dan pikiran (elaahh..)
Peserta akan dipanggil satu-persatu masuk ke ruangan, tiba saat saya dipanggil, satu hal yang ada dipikiran saya, doa kelancaran berbicara, dan doa mudah-mudahan saya dapat menjawab pertanyaan dengan baik.

Pada saat pintu ruangan ujian wawancara dibuka, di dalam ruangan terdapat 3 orang penguji dengan laptop dan setumpuk berkas dan didepan nya terdapat sebuah kursi tempat duduk peserta. Saya dipersilahkan duduk oleh pewawancara, semua pewawancaranya bapak-bapak, jadi saya sedikit gugup, namun alhamdulillah, salah satu pewawancaranya sangat baik dengan menjabat tangan saya dan berbicara dengan nada rendah. Mungkin nih bapak seorang psikolog, dan 2 lain kemungkinan professor dari Universitas lain.
Pertanyaan yang ditanyakan pada saat wawancara saya rangkum dalam beberapa pertanyaan:
Pewawancara 1 (Kemungkinan Psikolog):

  1. Siapa nama kamu? Yah standar lah, perkenakan diri terlebih dahulu, nama, asal universitas, hobby, alasan mengapa ikut audisi wawancara, mengapa memilih LPDP.
  2. IPK kamu dulu waktu S1 berapa? Sebutkan IPK kamu, jangan berbohong yah, kan nanti datanya akan di cek.
  3. S1 kamu tempuh berapa lama? Sebutkan berapa lama kamu menempuh kuliah, dulu saya jawab 3 tahu 6 bulan.
  4. Punya skor TOEFL/IELTS? Sebutkan skor TOEFL atau IELTS kamu.
  5. Kamu mendaftar program Afirmasi yah? jadi kamu berasal dari daerah 3T? Kan saya mendaftar afirmasi, pewawancara kira saya dari daerah tertinggal, jadi saya jelaskan saya alumni bidikmisi.
  6. Negera Tujuan kemana? Sebutkan negara tujuan studi kamu, dalam atau luar negeri.
  7. Universitas Tujuan kamu dimana? Sebutkan nama Uni tujuan kamu, contoh University of Tokyo.
  8. Mengapa kamu memilih negara dan universitas tersebut?, nah pada pertanyaan seperti ini, pewawawncara ingin kamu untuk menjelasakan alasan kamu memilih negara dan universitas tersebut, seperti semacam personal statement. Kalo bisa berikan argumen yang tepat, seperti negera nya maju, taraf pendidikan tinggi dibandingkan negara lain, ranking universitas tinggi, keadaan/atmosfir kota tujuan mendukung perkuliahan, dsb.

Pewawancara 2 (Bapak prof, S3 nya di jerman, pertanyaannya semuanya dalam bahasa inggris):

  1. Apakah ada Universitas lain yang kamu minati? Saya ditanya oleh pewawancara yang S3 nya di jerman, pertanyaan sebelumnya semuanya dalam bahasa indonesia, namun mulai pertanyaan ini, pewawancara bertanya dalam bahasa inggris. Kalau bisa, jawab juga dalam bahasa inggris.
  2. Apakah ada surat rekomendasi? dari siapa? Surat rekomendasi bisa dari atasan yang sudah bekerja, dan dari dosen pembimbing, dulu saya perlihatkan surat rekomemdasi dari pembimbing.
  3. Apakah kamu mendaftar beasiswa yang lain? Dulu saya jawab iya, saya juga mendaftar beasiswa Monbusho..
  4. Kalo kamu diterima di beasiswa lain, dan juga diterima di beasiswa LPDP, yang mana yang akan kamu ambil? Pertanyaan ini sedikit riskan, karena bermaksud untuk melihat keseriusan peserta dalam mendaftar beasiwa LPDP, dulu saya menjawab, saya akan mengambil beasiswa LPDP (yah, main aman lah).
  5. Apa yang akan kamu berikan ke negara, jika kamu lolos besiswa LPDP? Disini peserta diminta untuk menjelaskan apa yang akan kalian berikan ke negara ini sebagai bentuk pengabdian ke negara. Kalau bisa, jelaskan apa yang kamu tulis dalam essay kamu.
  6. Jika beasiswa LPDP tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup kamu, apa yang akan kamu lakukan? Sebelumnya, saya menjawab tujuan kota tempat tinggal adalah Tokyo, dan tokyo terkenal mahal (baca: pernah menjadi kota termahal dunia). jadi pewawancara menanyatakan masalah biaya hidup. Saya dulu menjawab, saya akan mengambil kerja paruh waktu disana untuk menutupi kekurangan biaya tersebut.

Pewawancara 3 (Bapak prof juga, S3 nya saya lupa dimana… dan kayaknya bapak ini berasal dari makassar juga):

  1. Berapa jumalah saudaramu? Hehe, nih pertanyaan bagi sebagian orang merupakan pertanyaan yang biasanya saja, namun untuk kasus saya, saya memiliki 8 orang saudara, setelah saya bilang saya punya saudara 8 orang, 9 termasuk saya, semua pewawancara terkejut dan dilanjutkan dengan tertawa, ngak tau sih apa maksud tertawanya mereka, tapi alhamdulillah mulai titik ini, cara bertanya pewawancara menjadi lebih informal.
  2. Kapan ayah kamu meninggal? Kan saya menulis di formulir bahwa ayah saya sudah meninggal, jadi ditanyaain..
  3. Pembiyayaan keluarga ditanggung siapa? Saya kan alumni bidik misi, jadi pertanyaan ini mungkin khusus bagi alumni bidik misi saja.
  4. Jelaskan propsal penelitianmu? weleh, disuruh jelaskan proposal S2, untung dalam bahasa indonesia. di form pendaftaran, saya menyertakan proposal penelitian, mungkin karena itu, mereka bertanya tentang proposal.
  5. Bagaimana soal cyber city yang pernah dirintis oleh pak Ilham Arif (Waikota makassar dulu), apa pendapatmu? Nih pertanyaan berkaitan dengan bidang saya, jadi mungkin pertanyaan ke peserta lain berbeda-beda.
  6. Coba jelaskan apa yang akan kamu lakukan di masa depan setelah lulus S2? Pertnyaa ini mirip dengan pertanyaan sebelumnya tentang sumbangsih ke negara, jadi saya menyampaikan pokok piriran yang sama, tapi dengan sedikit perbedaan kata-kata.
  7. Kamu bisa berbahasa jepang? Nah, sampai pertanyaan sebelumnya semuanya bahasa inggris, atau bahasa indonesia, sekarang disuruh bahasa jepang (weleh). Saya jawab ya, walaupun waktu itu saya cuma bisa perkenalan diri dalam bahsa jepang, dan cuma bisa baca hiragana dan katakana.
  8. Coba praktekkan? Haa… disuruh praktekkan berbahasa jepang, saya sempat terdiam dan gemetar, bagaimana tidak, saya tidak bisa sama sekali membuat kalimat dalam bahasa jepang, apalagi membaca huruf kanji. Jadi saya meminta untuk memperkenalkan diri saja, dan alhadulillah pewawancara bilang boleh. Nah saya memperkenalkan diri dalam bahasa jepang.

Itulah beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh pewawancara, ada juga pertanyaan yang sedikit personal, namun secara umum, pewawancara ingin mengenal kamu lebih dalam. So, jawablah sebaik mungkin dan jangan berbohong. Ada beberapa pengalaman dari teman-teman peserta lain yang sempat dicurigai oleh pewawancara. Masukan dari saya untuk proses wawancara ini adalah jadilah diri kamu sendiri, jangan mengada-ngada, dan jangan mengatakan sesuatu yang sebetulnya tidak pernah kamu lakukan, ingat, psikolog kemungkinan akan tahu bahwa kamu berbohong pada saat wawancara.

Setelah proses wawancara selesai, saya dipersilahkan meninggalkan ruangan oleh pewawancara. Sebelum keluar ruangan saya berjabat tangan dengan semua pewawancara, dan permisi untuk keluar dari ruangan dengan sopan. Ingat yah, selalu berlaku sopan pada semua orang termasuk pewawancara.

Setelah keluar dari ruangan, panitia akan memanggil peserta lain untuk masuk keruangan, dan yang telah selesai boleh langsung pulang, bagi yang memiliki jadwal LGD besok. Bagi yang memiliki jadwal LGD hari ini, harus menunggu gilirannya. Sebelum pulang saya sempat berbincang dengan beberapa peserta lain yang telah diwawancarai. Pertanyaan yang mucul hampir sama dengan yang ditanyakan pada saat wawancara. Setelah saya rasa cukup, saya memutuskan untuk pamit ke bapak kamaluddin untuk pulang.

Dalam hati saya sedikit lega karena telah menyelesaikan salah satu proses seleksi beasiswa LPDP. Namun tiba-tiba saya terkejut karena motor keren (baca: keren dilihat dari jauh) saya ngak ada di tempat parkir, Whattttt.. daaa…., (Bersambung wkwkwk). Untuk cerita tentang hilangnya motor saya dari tempat parkiran akan saya tuliskan di posting lain, dan Juga tentang proses LGD akan saya tuliskan di posting terpisah. Tunggu posting selanjutnya yah..
Tetap semangat, dan semoga sukses.

Ditulis oleh: Muhamad Masykur

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *