Lowongan dibuka s/d 17 Januari 2017

Sejarah Hari Batik Nasional

Jakarta, Kemendikbud — Peringatan Hari Batik Nasional pada Oktober 2015 ini telah memasuki tahun keenam. Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009, setiap tanggal 2 Oktober dinyatakan sebagai Hari Batik Nasional.

Pemilihan 2 Oktober tersebut dilakukan berdasarkan keputusan UNESCO (Unesco Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), yaitu Badan PBB yang membidangi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan, yang menetapkan Batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Proses yang ditempuh pemerintah Indonesia untuk mendapat pengakuan refresentatif dari UNESCO akan batik itu diawali dengan proses nominasi Batik Indonesia ke UNESCO pada tanggal 3 September 2008. Pemerintah Indonesia harus menunggu selama empat bulan, hingga akhirnya UNESCO menerima secara resmi nominasi itu pada 9 Januari 2009 untuk diproses lebih lanjut.

Setelah itu, tahap selanjutnya yang ditempuh dalam proses pengakuan batik ialah pengujian tertutup di Paris. UNESCO menggelar pengujian selama empat hari, yaitu pada 11-14 Mei 2009. Akhirnya pada Rabu, 2 Oktober 2009, UNESCO mengukuhkan Batik Indonesia dalam daftar representatif Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. 

Dalam situs resmi UNESCO ditulis bahwa Batik Indonesia memiliki banyak simbol yang bertautan erat dengan status sosial, kebudayaan lokal, alam dan sejarah itu sendiri. Batik bahkan memainkan peran sentral dalam ritual tertentu. Batik dicelup oleh para pengrajinnya yang bangga membuat desain menarik dengan menggunakan titik-titik dan garis lilin panas. 

Keanekaragaman pola batik mencerminkan berbagai pengaruh, mulai dari kaligrafi Arab, karangan bunga Eropa dan phoenix Cina, hingga bunga sakura Jepang dan merak India atau Persia. UNESCO juga menyebutkan, kerajinan batik terkait dengan identitas budaya rakyat Indonesia dan, melalui arti simbolik dari warna dan desain, mengungkapkan kreativitas dan spiritualitas bangsa Indonesia.

Selamat Hari Batik Nasional! (Desliana Maulipaksi/ Diolah dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *