Seks Bebas adalah Pilihan

Ilustrasi: Remaja seperti siswa SMA rawan perilaku seks berisiko akibat tidak menerima edukasi seksualitas secara lengkap. (Foto: dok. Okezone)
Ilustrasi: Remaja seperti siswa SMA rawan perilaku seks berisiko akibat tidak menerima edukasi seksualitas secara lengkap. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA – Makin terbukanya arus informasi membuat para remaja secara mudah mendapatkan apa yang mereka ingin ketahui, termasuk hal-hal yang berhubungan dengan seksualitas. Ironisnya, masih banyak remaja yang belum mendapat pendidikan seksual secara lengkap, sehingga malah menyebabkan mereka salah kaprah dalam bertindak.

Salah satu tindakan yang sering dilakukan remaja karena rasa penasaran adalah melakukan seks bebas. Menanggapi fenomena tersebut, seorang siswi SMK bernama Shyerli berpendapat, melakukan seks bebas atau tidak di usia remaja merupakan suatu pilihan.

“Tergantung pada diri kita. Ada remaja yang menganggap itu hal yang biasa, tapi ada juga remaja yang masih patuh dengan aturan agama, bahwa itu tidak boleh dilakukan sebelum menikah,” ujar Shyerli kepada Okezone di acara Comprehensive Sexuality Education (CSE) Fair 2015.

Siswi SMK Karya Guna Manggarai ini menuturkan, dia sendiri tidak setuju dengan perilaku seks bebas. Pasalnya, seorang remaja masih memiliki masa depan yang panjang sehingga tidak ingin merusak dan menyesal karena kesalahan yang diperbuat sendiri.

“Melakukan hubungan seks memang manusiawi tapi kan ada waktunya. Saya enggak mau terjerumus pada tindakan seks bebas, karena beberapa orang di lingkungan saya ada yang seperti itu,” terangnya.
Dia mengatakan, meski orangtuanya tidak mengajari tentang pendidikan seks, mereka selalu memberi nasihat kepada Shyerli mengenai tindakan yang benar dan tidak sesuai dengan agama.

“Tentu pelajar perlu pendidikan seks. Karena tanpa tahu apa-apa, kita bisa salah jalan karena dibodohi orang lain,” ucapnya.

Pendapat serupa diungkapkan oleh Program Manager CSE, Andre Susanto. Dia tak menampik bahwa ada sebagian remaja yang sudah aktif melakukan aktivitas seksual. Sehingga, dalam hal ini kemampuan bernegosiasi dengan pasangan menjadi sesuatu yang penting.

“Kalau pencegahan yang paling efektif ya jangan seks bebas sebelum menikah. Di sini yang perlu ditekankan pada remaja adalah pendidikan seksual tidak melulu tentang seks bebas dan alat kontrasepsi. Sehingga dalam pendidikan seksual yang komprehensif diharapkan bisa menahan atau menunda melakukan seks bebas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *