Lowongan dibuka s/d 17 Januari 2017

Ternyata! Kemendikbud Keluarkan Dana 2,1 Triliun Untuk Buku Gratis Kurikulum 2013

Buku Kurikulum 2013 di Tahun 2014 

Pada pertengahan bulan Juli 2014 semua siswa kelas 2 SD, Kelas VIII SMP dan kelas XI SMA/SMK sudah menerima Buku Kurikulum 2013 dengan gratis. Hal ini dipastikan Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) Mohammad Nuh di Papua Barat.
“Makanya kita umumkan secara terbuka, untuk memberitahu ke publik bahwa (buku) ini gratis. Jadi tidak boleh ada pungutan termasuk pungutan transportasi dari dinas ke sekolah, dari toko ke sekolah atau apapun,” demikian ditegaskan Mendikbud usai menyampaikan paparan Kurikulum 2013 pada calon instruktur nasional, di Sorong, Papua Barat

“Jadi ketika tahun ajaran baru dimulai, anak-anak tersebut sudah menerima buku tersebut. Anak SD minimal 6 buku. SMP juga,” kata M Nuh pada Pembukaan Pelatihan Instruktur Nasional Kurikulum 2013 Bagi Guru SD Kelas 2 dan 5 dan Guru SMP Kelas 7dan 8 se-Papua Barat, Sabtu (10/5/2014).

Untuk memesan buku-buku ini, sekolah langsung memesan ke percetakan sesuai dengan kebutuhan di sekolahnya, tidak melalui dinas pendidikan kabupaten/kota. Mendikbud mengatakan, kebutuhan dana untuk pencetakan buku Kurikulum 2013 sebesar Rp 2,1 triliun. Pendanaan ini dimasukkan dalam mekanisme Bantuan Operasional Sekolah (BOS) buku ‘on top’.

“Akhir Juni masuk, pertengahan Juli dibagikan. Para guru bukunya juga gratis, ini semua dengan menggunakan dana bantuan operasional (BOS),” tegas Nuh.

Menurut mantan Rektor ITS Surabaya itu, ada tambahan alokasi anggaran BOS buku menjadi Rp 2,1 triliun. Dibandingkan dengan buku di pasaran, buku kurikulum 2013 dijamin dengan tampilan lux.

“Saya buktikan dan saya jamin buku kurikulum baru buku yang diterbitkan, paling tipis 112 halaman, ada 8 tema kelas 1 SD. Ada 4 warna, kertas putih. Harganya kisaran atau rata-rata Rp 8.000, itu sudah sampai di sekolah. Untuk Matematika sebanyak 400 halaman, paling mahal harganya Rp 18 ribu, di luar bisa Rp 70 ribu. Ini kita umumkan terbuka, supaya publik tahu buku itu gratis,” ucapnya.

Harga tersebut sudah ditanggung BOS sehingga sampai ke tangan siswa gratis.

“Sepeser pun tidak ada pungutan. Buku dikirim ke sekolah langsung. Dari survey dan pengamatan, BOS yg dipakai sekitar 5-10 persen. Dari situlah, kenapa kita berikan buku ‘on top’ dari bos itu sepuluh persenan. Dari anggaran itu, untuk buku sekitar Rp 2,1 triliun,” pungkas Nuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *