Tips Menghadapi Test Wawancara

Tips Menghadapi Test Wawancara
Tips Menghadapi Test Wawancara
  

                     Setelah melewati ujian tes kompetensi dasar, calon pegawai akan dipanggil untuk mengikuti tes selanjutnya, yaitu tes kompetensi bidang. Di dalam tes ini, pelamar akan menghadapi tes tertulis atau tes wawancara dengan tujuan untuk mengetahui apakah pelamar memang mampu, cocok dan merupakan orang yang tepat untuk mengisi lowongan yang diperlukan.

                Dengan wawancara, pihak instansi akan mengetahui sejauh mana pelamar memiliki keinginan, motivasi, kemampuan serta perilaku yang baik dalam menjabat menjadi seorang PNS, misalnya. Wawancara ini menjadi poin penting sebagai wahana untuk mempromosikan diri seorang pelamar. Kesempatan ini tidak akan terulang kedua kali, sehingga kesiapan mental dan “promosi diri” harus dipersiapkan sedini mungkin.

                Yang pertama dan yang utama dalam menghadapi wawancara adalah berkarakter seperti gelas setengah isi. Artinya sebagai orang yang haus untuk belajar dan menerima pendapat orang lain. Bukan seperti gelas penuh yang terkesan sulit menerima pendapat orang lain dan hanya mau menang sendiri. Kamu harus berusaha meyakinkan instansi bahwa kamu memang memiliki kriteria yang dibutuhkan, berdedikasi yang tinggi  serta loyalitas pada instansi. Namun ingat, jangan berlebih-lebihan alias “lebay” sehingga tidak sesuai dengan kenyataan atau malah menutupi kemampuan yang kamu miliki.

                Yang kedua adalah bersikap jujur, kemukakanlah semua kelebihan dan pengalaman positif yang pernah dikerjakan kamu selama ini. Jangan menyembunyikan kemampuan yang kamu miliki, sehingga pewawancara menganggap kamu tidak memiliki criteria yang dibutuhkan. Kalaupun kamu tidak memiliki pengalaman yang bisa memukau orang lain, setidaknya ceritakanlah tentang karakter positif yang selalu kamu pegang selama ini, misalnya prinsip tolong menolong atau tidak pernah sekali pun berbicara bohong, dsb.



TIPS PRAKTIS MENGHADAPI WAWANCARA


  • Perhatikan penampilan kamu.Penampilan pertama harus menimbulkan kesan baik dan tidak dibuat-buat. Banyak pendapat membuktikan bahwa penampilan pelamar merupakan unsur terpenting dalam penciptaan kesan pertama yang baik istilahnya “love at first sight”. Jika kesan pertama sudah negative, jangan berharap pewawancara akan memerhatikan kamu selanjutnya. Kenakan pakaian formal yang mampu mencerminkan kepercayaan diri dan profesionalisme diri kamu. Tidak menggunakan pakaian yang menyolok apalagi disertai riasan dan perhiasan yang berlebihan.
  • Perhatikan sikap, cara berdiri dan berjalan, tidak menimbulkan kesan angkuh dan arogan. Mulailah dengan menjabat tangan dengan “anggun” dan tersenyum penuh percaya diri terhadap pewawancara. Sebaiknya lakukanlah latihan di depan cermin agar kamu tahu seberapa percaya diri kamu saat diwawancara kelak.
  • Sebelum wawancara ada baiknya kamu mencari tahu informasi mendalam tentang profil lembaga/instansi yang dilamar sehingga kamu mampu menjawab pertanyaan seputar aktivitas yang akan kamu hadapi di dalam pekerjaan ini dengan baik. Pengetahuan kamu tentang instansi/perusahaan bisa menjadi nilai tambah tersendiri.
  • Mengapa kami harus merekrut Anda? Untuk menjawab pertanyaan ini sebutkan saja kemampuan–kemampuan anda yang mampu mendukung  jabatan dan bidang pekerjaan yang anda lamar. Apa sajakah kelebihan yang kamu miliki sehingga kamu merasa tertantang dan seolah-olah kamulah orang yang tepat untuk formasi yang diinginkan instansi / lembaga / perusahaan. Utarakanlah kemampuan kamu misalnya dalam memecahkan permasalahan, kemampuan memimpin dan kesanggupan bekerja di bawah tekanan atau kemampuan berorganisasi, ceritakanlah pengalaman-pengalaman kamu sebelumnya. Jika tidak memiliki, yah jangan memaksakan untuk mengarang cerita bohong, katakan apa adanya saja.
  • Apa kelemahan kamu? Selain menceritakan kelebihan-kelebihan kamu diatas, kalau ditanya tentang kelemahan kamu, jangan pernah menjawab kalau anda itu pemalas atau hal-hal yang kiranya akan merugikan instansi/perusahaan. Jawablah dengan diplomatis, sertakan juga “bumbu-bumbu” bahwa kamu melakukan apa untuk mengatasi kelemahan tersebut.
  • Tunjukkan antusiasme dan semangat. Kamu bisa menunjukkan antusiasme dan semangat kerja dengan merasa tertarik dengan formasi/posisi yang ditawarkan, selain itu kamu bisa mencoba menyampaikan ide kreatif yang bisa dilakukan bila kamu diterima nantinya. Namun ide tersebut harus kamu sampaikan secara ringkas, sehingga pewawancara akan merasa penasaran dengan kemampuan dan ide-ide kreatif Anda yang lainnya. Selain itu, bila memungkinkan, bertanya baliklah pada pewawancara bagaimana kondisi perkantoran di instansi tersebut, ini sebagai upaya untuk meningkatkan kepercayaan pewawancara bahwa memang kamu memang benar-benar antusias.
  • Mengucapkan terimakasih saat wawancara berakhir. Setelah wawancara berakhir, jangan lupa untuk mengucapkan banyak terimakasih atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan kepada kamu untuk ikut serta dalam wawancara tersebut. Jangan lupa berjabat tangan dan meninggalkan kesan yang kuat pada pewawancara. ***



Itulah beberapa tips yang mungkin membantu kamu untuk mendapatkan formasi/lowongan yang kamu impikan. 


Selamat berjuang dan semoga sukses!!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *