Masa Muda Adalah Masa Untuk Menginjak Bumi dan Bermimpi Tinggi

Masa Muda Adalah Masa Untuk Menginjak Bumi dan Bermimpi Tinggi

Penulis : Dyah L Fardisa

[ISIGOOD.COM] Banyak yang bilang, masa muda itu masa yang sangat indah. Masa yang penuh kesenangan. Masa dimana kita bisa menikmati kebebasan dan merasakan hal-hal menyenangkan yang belum kita rasakan. Masa muda itu penuh dengan gelak tawa, tanpa beban. Katanya, hidup hanya sekali, maka kita harus happy happy. Begitu kira-kiraSalah? Tidak. Karena esensi hidup memang untuk bahagia. Wajar kalau anak muda pengen bahagia. Tapi saya lebih senang menyebut, masa muda adalah masa untuk menginjak bumi dan bermimpi setinggi mungkin. Apa maskudnya?

Masa muda, masa menginjak bumi?

pijakan kita ini kelak akan menghindarkan kita dari sifat sombong dan merendahkan orang lain (myzone.net)

Semua makhluk hidup memang sudah pasti menginjak bumi. Tapi yang saya maksudkan di sini adalah menginjak bumi dalam arti kiasan. Menginjak bumi disini tidak hanya kaki, tapi juga pikiran dan hati nurani. Artinya, walaupun pandangan kita melihat ke cita-cita setinggi langit, tapi hati tetap harus berpijak pada bumi.
Sebagai anak muda, kita harus bekali diri dengan mental pekerja keras, siap berjuang dan merangkak dari bawah. Anak muda harus tahu rasanya bersusah payah. Tidak hanya meraih kesuksesan secara instan tanpa punya pijakan yang kokoh di dasar bumi. Inilah yang akan membuat seseorang menjadi sukses sebenar-benarnya. Sukses secara materi dan sukses secara moral. Kelak ketika kita sukses, kita akan tahu bagaimana rasanya bersusah payah merangkak sedikit demi sedikit. Jatuh, bangkit lagi. Gagal, berhasil lagi. Maka yakinlah, pijakan kita ini kelak akan menghindarkan kita dari sifat sombong dan merendahkan orang lain.

Jangan hanya berpikir kesenangan sesaat

Jadi, salah kalau kamu hanya mengisi masa mudamu dengan nafsu duniawi yang maunya senang-senang saja. Setiap hari hanya diisi dengan jalan-jalan, nongkrong, menghamburkan uang orang tua, eksis di sana-sini dengan hal-hal serba mahal pemberian orang tua. Untuk apa? Ini adalah saatnya kamu mulai menguatkan kaki untuk perlahan bisa berjalan dengan kaki sendiri. Belajar keras, bekerja dan fokus pada tujuan. Jangan sampai jadi anak muda gagal yang tidak punya visi hidup yang jelas. Kamu yang menentukan, apakah kamu akan berjalan maju, mundur, atau hanya jalan di tempat.

Sukses hanya untuk kita yang mau bekerja keras dan tahu prioritas

Cari prioritasmu (bisnisukm.com)

Hasil tidak pernah menghianati usaha. Semakin keras kita berusaha dan berjuang, semakin besar pula hasil yang akan kita dapatkan. Cepat atau lambat. Jadi, cobalah mulai sekarang, susun ulang prioritasmu. Apa yang ingin kamu capai di tahun ini, tahun depan, lima tahun mendatang sampai sepuluh tahun ke depan. Buat prioritasmu, dan bekerja keraslah untuk meraih semua itu. Berdoa, belajar, bekerja, berjuang. Di sela-sela itu, boleh lah kita bersenang-senang, tapi tidak untuk berlama-lama terhanyut ke dalamnya. Karena sukses hanya untuk kita yang mau bekerja keras dan tahu prioritas

Jangan banyak berulah

Peribahasa yang kita pelajari sejak SD, bahwa nila setitik bisa merusak susu sebelanga. Jangan anggap remeh peribahasa ini. Ini adalah peribahasa yang harus selalu kita ingat, terutama di usia kita yang masih muda ini. Sebagai anak muda, kita pasti pengennya mencoba hal-hal yang belum kita coba. Merasakan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Tapi kita harus hati-hati, karena setiap langkah dan pilihan yang kita ambil, pasti mengandung resiko. Jadi jangan sampai kita salah mengambil langkah. Kitalah yang menentukan, apakah masa muda kita ini memberikan pijakan kokoh untuk melangkah ke depan, atau justru meruntuhkan semua pijakan yang sedang kita buat. Kita harus hati-hati. Banyak orang menghancurkan seluruh hidupnya karena kesalahan di masa muda. Tentu kita tidak ingin menjadi orang berikutnya.

Apa yang kita lakukan saat ini adalah modal untuk membeli masa depan sepuluh tahun mendatang

Suksesmu di masa depan adalah kerja kerasmu di masa sekarang (cdn-media-2.lifehack.org)

Saat ini kamu bersusah payah, bekerja keras dan fokus pada prioritas. Tidak mudah memang, Banyak hal yang harus kamu korbankan. Di saat temanmu asik bershopping-shopping ria, kamu memilih untuk serius mengerjakan skripsi. Di saat temanmu dimanjakan dengan uang dari orang tua, kemu memilih untuk sederhana dan belajar mencari uang sendiri. Itu gak gampang. Butuh kesabaran dan kekuatan mental. Tapi nanti kamu akan bisa melihat hasil dari apa yang kamu lakukan sekarang. Kesabaranmu akan terbayar, pasti. Kamu sepuluh tahun mendatang, adalah hasil dari kamu hari ini.

Jadi, sudah sedalam apa kamu menginjakkan kakimu di bumi?      

Tags:,

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *