Pengalaman Kuliah Jurusan Teknik Kimia

 

Sekilas lihat dari nama jurusannya sih, wajar kalau banyak orang berpikir bahwa jurusan ini banyak belajar tentang Kimia. Wajar juga orang yang suka pelajaran Kimia saat SMA ingin masuk ke sini sebelum mengetahui tentang Teknik Kimia lebih jauh. Like me…. Sebenarnya aku tidak terlalu suka pelajaran Kimia sewaktu SMA. Tapi dibandingkan Fisika, aku memilih Kimia.

Ternyata keliru!

Di jurusan ini, sebagian besar isinya tentang Matematika dan Fisika. Aku mempelajari bagian-bagian ilmu Matematika, seperti Kalkulus (semester 1-3) dan Matematika Teknik (semester 3-4). Kemudian, pemahaman tentang Fisika sangat penting dan sangat berguna di jurusanku. Jadi, kalau kamu berharap terhindar dari yang namanya Fisika di jurusan Teknik Kimia, selamat deh ya, kamu dapat “ZONK”! Lalu dimana letak Kimia nya? Ada sih, tapi cuma di semester satu.
 Pengertian Teknik Kimia secara umum adalah suatu ilmu rekayasa/teknik yang mengkonversi atau mengubah bahan-bahan baku menjadi bahan/produk jadi yang berdaya guna dan memiliki nilai tambah ekonomis melalui proses-proses Kimia, Fisika, maupun Biologi skala besar. Atau dalam pengertian lain: ilmu untuk melaksanakan proses-proses pengubahan bahan baku utama ke dalam produk-produk fungsional.

Dari pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan, Teknik Kimia merupakan suatu ilmu yang sangat aplikatif, memadukan antara konsep-konsep dasar bidang ilmu sains seperti Matematika, Fisika, Kimia, maupun Biologi dengan ilmu-ilmu rekayasa (teknologi) dan sistem industri. Dalam konteks ini, ilmu Teknik Kimia secara prinsipil sangat berbeda dengan ilmu kimia murni maupun teknik industri (teknik dan manajemen industri).
 Dimana letak perbedaannya dengan MIPA Kimia? Berikut adalah contoh ilustrasi seorang lulusan Teknik Kimia di pabrik.

“Perbedaan antara teknik kimia dan kimia dapat diilustrasikan dengan mengambil contoh proses produksi jus jeruk. Seorang ahli kimia akan berusaha untuk meneliti metode-metode ekstraksi jus jeruk. Metode yang paling sederhana yang mungkin ditemukan adalah memotong jeruk menjadi dua bagian dan kemudian memerasnya. Metode yang lebih rumit adalah dengan cara mengupas kulit jeruk dan kemudian menghancurkan jeruk untuk memperoleh jusnya.
Sebuah perusahaan kemudian menginstruksikan seorang insinyur teknik kimia untuk merancang pabrik penghasil jus jeruk dengan kapasitas produksi beberapa ribu ton jus per tahun. Insinyur tersebut akan menganalisis proses-proses produksi yang mungkin dan kemudian mengevaluasi keekonomisan setiap proses yang mungkin. Walaupun metode produksi jus dengan cara memeras sangat sederhana, proses ini tidak ekonomis karena memerlukan ribuan orang untuk mencapai target produksi. Oleh karena itu, metode lain akan dipilih (mungkin metode pengupasan dan penghancuran). Dari contoh ini, dapat dilihat bahwa proses produksi yang paling sederhana dalam skala laboratorium belum tentu merupakan metode paling ekonomis pada suatu pabrik.“ (sumber: http://arhidayat.staff.uii.ac.id/2008/08/01/)

Intinya, Teknik Kimia itu belajar mengenai cara memproses sesuatu secara efisien, optimal, tapi hasil maksimum.
Ada beberapa hal untuk diperhatikan peminat jurusan ini:

  1. Calon mahasiswa harus melampirkan surat keterangan tidak buta warna. Karena, jurusan ini sangat memerlukan kemampuan analisis dari berbagai zat nantinya. Jadi kalau buta warna, kebayangkan gimana sulitnya nanti?
  2. Mahasiswa teknik kimia dituntut untuk selalu bertanya “kenapa”.
  3. Kecerdasan dan kemampuan spasial dalam Fisika sangat diperlukan di jurusan ini karena banyaknya mesin yang akan digunakan.
  4. Peminat jurusan ini “disarankan” menyenangi Matematika, Fisika, Kimia Fisis, dan Ekonomi. Walaupun memiliki nama kimia, kemampuan Matematika dan Fisika lebih diutamakan di jurusan Teknik Kimia.
  5. Kemampuan bahasa inggris juga penting karena kebanyakan referensi yang digunakan adalah buku-buku dari luar negeri.

Kuliah Teknik Kimia berat dong? 😀
 Menurutku, berat atau tidaknya suatu ilmu itu relatif kok. Semua itu bisa diukur dari seberapa besar minat dan usaha kamu dalam mempelajarinya. Saranku, yang penting adalah kamu nyaman dulu dengan (calon) jurusan yang kamu ambil. Lalu, tentukan langkah-langkah pencapaianmu untuk berhasil di pilihanmu. Kalau Teknik kimia adalah jurusan yang kamu pilih, tips sukses sederhana di jurusan ini adalah sering-sering latihan soal, kembangkan kemampuan soft skill di luar kuliah, dan banyak membaca.
 Gelar dari seorang lulusan Teknik Kimia itu sendiri adalah S.T. (Sarjana Teknik). Nah, mengenai pekerjaan yangnyambung dengan jurusan Teknik Kimia ada banyak. Malah, banyaaaak bangeeeeet.. Kenapa? Karena hampir seluruh pekerjaan yang kita lakukan itu pasti ada unsur dan proses Kimia di dalamnya, seperti shampo, sabun, minyak, gas, pakaian, bahkan kosmetik. Tidak perlu dipertanyakan lagi, hampir semua industri memerlukan lulusan Teknik Kimia. Selain segala jenis industri kimia, lulusan Teknik kimia juga bisa menempati instansi-instansi pemerintah terutama Departemen Perindustrian. Bagi yang melanjutkan studinya bisa juga menjadi konsultan industri bahkan ekonomi.
Jadi, seluruh pekerjaan yang menyelipkan proses kimia di dalamnya bisa dimasuki oleh lulusan Teknik Kimia. Luas banget yaa…

 “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian…”

 Awal mula, terasa berat ketika kamu harus berkutat dengan mata kuliah yang sebagian besarnya Matematika dan Fisika. Tapi setelah kamu lulus, apalagi dapat prediket ‘terbaik’, berbagai perusahaan bakal berebut memanggil-manggil kamu untuk bekerja di tempatnya.
Sekian cerita tentang jurusanku, bagaimana dengan jurusanmu?
 (*)
Rizky Ayu Nurmansyah
Teknik Kimia, 2012, Universitas Islam Indonesia

Pencarian :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *